1. OTONOMI
  2. NEWS

VIDEO: Oknum TNI Tempeleng Polantas di Jalan Raya

Setelah ditempeleng, polantas itu sontak turun dari motornya.

Pknum TNI Pukul Polantas (Youtube Iman Jujur Mendrofa). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Stella Maris | Jum'at, 11 Agustus 2017 14:00

Jagat maya dihebohkan dengan video yang mempertontonkan oknum TNI memukul polisi lalu lintas (polantas) di tengah jalan raya. Insiden itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Kamis siang, 10 Agustus 2017.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat oknum TNI yang mengenakan jaket cokelat berbicara dengan nada tinggi. Wajahnya terlihat sangat marah. Pria berseragam lengkap TNI AD dan tak menggunakan helm itu pun bahkan mengayunkan tangan kirinya ke kepala sang polantas.

Setelah ditempeleng, polantas itu sontak turun dari motornya. Namun dia tak membalas 'serangan' oknum TNI tersebut. Melihat insiden itu, warga di sekitar tak ada yang melerai.

Setelah video itu menjadi viral di media sosial, akhirnya identitas oknum TNI itu diketahui. Dikutip laman Merdeka, pria itu adalah Wira Sinaga berpangkat sersan dua (serda), sementara polantas itu adalah Bripda Yoga Vernando.

Komandan Korem 031 Wirabima Pekanbaru‎ Brigjen TNI Abdul Karim mengatakan, saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di Detasemen Polisi Militer Pekanbaru. Dia menyampaikan permintaan maafnya.

"Kami semua (TNI AD) mengaturkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada jajaran Polri, khususnya jajaran Polda Riau. Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menonton video itu," kata Karim.

Sakit jiwa
Serda Wira marah pada Bripda Yoga diduga karena tak terima ditegur lantaran tak menggunakan helm dan kendaraan yang digunakannya, tak memenuhi standar (tidak ada spion).

Akibat insiden itu, Serda Wira akhirnya ditahan. Bukan hanya tangannya saja yang diborgol, tetapi kakinya diikat rantai. Alasa tangan dan kakinya diikat ternyata karena Serda Wira mengalami gangguan jiwa.

Hal itu ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. "Nanti Kodam memberi penjelasan ternyata anggota tersebut dalam perawatan sakit jiwa," ujarnya.

Soal perawatan tersebut, Gatot menegaskan bahwa setiap minggu Serda Wira melakukan konsultasi ke dokter. "Wartawan di Riau bisa cek di RSJ mana dan tiap minggu dia tetap konsultasi. Tetapi bagaimana pun juga dalam hal ini saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut."

Meski mengalami gangguan kejiwaan, namun Gatot memastikan tindakan yang telah dilakukan Serda Wira tetap akan diproses hukum. "Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana," kata Gatot. (poy)

 

PILIHAN EDITOR

 

 

 

(SM/SM)
  1. VIdeo Viral
  2. TNI
KOMENTAR ANDA