1. OTONOMI
  2. REGULASI

Gubernur: Ratusan Triliun Rupiah akan Masuk ke Kaltara

Dengan investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah itu juga berdampak pada pendapatan daerah.

Wisata Long Bawan Kalimantan Utara (Lihat.co.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Selasa, 10 Januari 2017 12:10

Otonomi.co.id - Sejak resmi menjadi provinsi ke-34, investor dalam maupun luar negeri terus berdatangan ke Kalimantan Utara (Kaltara). Mulai dari Hyundai perusahaan asal Korea Selatan, China Harbour yang merupakan BUMN asal Tiongkok, hingga PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan PT Garam.

Menurut Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, sebelumnya juga sudah ada PT Kayan Hidro Energi yang bekerja sama denga China Investment Coorporation untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

"Kalau semua (investasi) itu terealisasi, ratusan triliun rupiah uang yang masuk ke Kaltara," ujar Irianto yang dikutip dari Prokal.co, Selasa 10 Januari 2017.

Karena itu, Irianto mengajak masyarakat Kaltara untuk memberi dukungan terhadap rencana investasi tersebut. Sebab, katanya, dampakmya akan meningkatkan perekonomian yang bisa mensejahterakan masyarakat di provinsi bungsu ini.

Contohnya, Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI). Irianto mengatakan itu bisa membuka lapangan pekerjaan hingga puluhan ribu orang. Begitu juga dengan pembangunan PLTA.

Sebab, dia sudah mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan yang ingin berinvestasi untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, kecuali tenaga ahli yang tidak ada.

"Kalaupun kita belum menikmatinya sekarang, tapi anak cucu kita yang akan menikmatinya. Karena itu, saya mengajak semua pihak, termasuk masyarakat untuk memberikan dukungan," tuturnya.

Selain itu, katanya dengan investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah juga berdampak pada pendapatan daerah. Dengan percetapatan bertambah besar, maka pembangunan infrastruktur pun semakin cepat.

"Jadi, mari kita bersama-sama memberikan dukungan. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui kemudahan perizinan, masyarakat memberikan dukungan melalui peranannya. Misal, ketika ada lahan yang ingin dibebaskan, masyarakat juga memberi kemudahan," katanya. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Kalimantan Utara
KOMENTAR ANDA