1. OTONOMI
  2. RAGAM

Wow, Nasi Bungkus Asal Indonesia Dihargai Rp160 Ribu di Belanda

Toko yang terletak di Den Haag ini adalah milik pria keturunan Indonesia bernama Marcel Rene Pallencaoe.

Nasi Bungkus (deburchtwassenaar.nl). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Jum'at, 19 Mei 2017 09:32

Otonomi.co.id - Sajian kuliner nasi bungkus bisa Anda temukan di mana pun di Indonesia. Harganya pun sangat terjangkau yakni mulai dari Rp10 ribu saja. Tapi bagi Anda yang sedang ke luar negeri khususnya Eropa, tak perlu khawatir tidak menemukan makanan khas Indonesia.

Salah satunya ada di Belanda. Di Negara Kincir Angin ini kurang lebih ada 2.500 warung, restoran, toko maupun kedai yang menjual menu-menu khas Indonesia. Seperti warung bernama Toko Si Pentje menyediakan masakan khas Indonesia terutama nasi bungkus.

Toko yang terletak di Den Haag ini adalah milik pria keturunan Indonesia bernama Marcel Rene Pallencaoe. Pria yang akrab dipanggil Ventje merupakan generasi kedua penerus warung makan yang awalnya bernama 'Bunga Mas' yang berdiri sejak 1983. Usai menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Perkapalan Belanda, ia pun akhirnya meneruskan toko keluarganya yang kental bernuansa Indonesia bersama sang istri yang juga keturunan Indonesia.

Toko Si Pentje menyajikan 50 menu makanan berbeda khas Indonesia. Mulai dari nasi goreng, nasi goreng Jawa, bakmi goreng, bakmi goreng Jawa, nasi kuning, lontong, nasi uduk, gado-gado, dan masih banyak lagi. Dan semua resepnya berasal dari nenek Ventje yang berasal dari Sumatera dan Jawa.

Pilihan menu di Toko Si Petje
© 2017 dutchbees.com/dutchbees.com

Untuk menu favorit, yang paling banyak dicari oleh konsumen adalah Nasi Bungkusnya. Dalam satu porsi nasi bungkus, Ventje menuangkan nasi putih, daging rendang, sambal goreng telur, acar masak, dan balado tempe. Uniknya makanan ini dibungkus dengan daun pisang hingga membuatnya berbeda dari warung makan Indonesia lainnya di Belanda.

Tapi jangan salah, daun pisang yang digunakan diimpor langsung dari Indonesia. Jadi tak heran kalau harganya pun sedikit lebih mahal. Untuk satu nasi bungkus, ia menjualnya seharga 10,5 Euro atau sekitar Rp140 ribu. Sedangkan jika menggunakan lauk seperti ikan atau udang maka harganya lebih mahal yakni 11,5 Euro atau Rp160 ribu.

Selain itu, keunikan Toko Si Pentje ini menggunakan konsep katering dan juga take away. Konsep ini memungkinkan pelanggan tak hanya mengantre di warung tetapi juga cukup memesan melalui email di situs mereka. Dan rata-rata pengunjung yang datang adalah warga Eropa. (dwq)

(sumber: Riau24.com)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Kuliner
  2. Kuliner Daerah
  3. Kuliner Indonesia
  4. Kuliner Indonesia Mendunia
  5. Ragam Kuliner Nusantara
KOMENTAR ANDA