1. OTONOMI
  2. RAGAM

Wow, Kampung Pelangi Semarang Hebohkan Media Internasional

Tak hanya menampilkan warna, ada beberapa dinding dilukis mural dengan berbagai motif.

Kampung Pelangi Semarang (Instagram @arieprakhman). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Rabu, 17 Mei 2017 10:01

Otonomi.co.id - Keunikan kampung warna-warni yang berada di Kampung Jodipan, Malang dan Kampung Code di Yogyakarta telah menjadi daya tarik sendiri. Bukan hanya wisatawan Indonesia, media-media asing pun membahas kampung tersebut.

Namun, beberapa hari belakangan media-media luar senang sekali membahas kampung warna-warni yang berada di Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, Jawa Tengah.

Misalnya majalah Vogue dan Mashable, tanpa ragu menulis 'Kampung Pelangi harus menjadi salah satu kampung paling berwarna di dunia, khususnya di Indonesia'. Jika melihat foto sebelum dan sesudahnya, memang tampak sekali perubahan yang terjadi pada kampung ini.

Kampung Pelangi Semarang sebelum dicat
© 2017 otonomi.co.id/Anom Harya

Awalnya, kampung ini tampak tidak tertata namun seorang kepala sekolah, Slamet Widodo berinisiatif untuk mengubah wajah kampung ini agar lebih menarik. Dengan bantuan dari pemerintah Kota Semarang, sebanyak 232 rumah di kawasan ini disulap menjadi lebih artistik dan berwarna.

"Proyek ini akan mendorong warga untuk terlibat dalam pengembangan tempat tinggalnya," ujar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dikutip dari Goodnewsfromindonesia.id/Arifina Budi, Selasa 17 Mei 2017.

Proyek renovasi yang menghabiskan dana sekitar Rp300 juta ini tidak hanya menampilkan warna, namun beberapa dinding juga dilukis mural dengan berbagai motif, panel polkadot, dan relief tiga dimensi.

Dengan penampilan barunya yang unik ini, tak heran kalau banyak orang berbondong-bondong datang ke Kampung Wonosari untuk berfoto ria. Vogue menulis, Kampung Pelangi ini sungguh "Instagram-worthy".

Tak hanya warna-warni, kampung ini juga berubah kebersihannya, terutama di bagian sungai. Warga yang kini amat bersemangat membangun kampungnya pun bergotong-royong menjaga kebersihan kampung.

"Sungai kotor kalau ada yang membersihkan, saya pasti ikut membantu. Kan, sayang sekali sudah bagus kampungnya tapi sungai masih banyak sampah," ujar Maulana yang juga sangat bangga dengan kampungnya sekarang. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Jawa Tengah
  2. Semarang
KOMENTAR ANDA