1. OTONOMI
  2. RAGAM

Usai Gili Trawangan, Lombok Siap Promosikan Destinasi Wisata Sekotong

Seperti Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Layar, Gili Rengit yang dinilai sangat potensial untuk dipromosikan.

Salah satu pantai di Sekotong (Wisatalombok.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Senin, 17 Juli 2017 17:50

Otonomi.co.id - Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata Lombok yang telah mendunia. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat sepertinya belum berpuas diri karena masih banyak destinasi wisata lainnya di Lombok yang belum terjamah.

Sukses mendorong percepatan pembangunan Dermaga Gili Mas Lembar, Pemprov Nusa Tenggara Timur mulai mempersiapkan atraksi di sekitaran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di daerah Wisata Sekotong Lombok Barat. Seperti Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Layar, Gili Rengit yang dinilai sangat potensial untuk dipromosikan.

"Paket wisata yang dijual kepada para wisatawan adalah paket wisata tour, antar pulau-pulau kecil (Gili ) yang berada di kawasan sekitar sekotong, antara lain, Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Layar, Gili Rengit. Di pulau-pulau ini para wisatawan dapat melakukan aktivitas snorkeling dan diving, dengan ombak laut yang tenang dan pasir pantai yang putih,” ujar Ketua Pokja Percepatan Bali Baru Hiramsyah dikutip dari Kemenpar.merdeka.com, Senin 17 Juli 2017.

Dari paparan Hiramsyah, sebagian besar pemandangan laut bisa dinikmati di pulau-pulau kecil tadi. Mau memotret sunset dan sunrise? Snorkeling? Diving? Menyantap hidangan laut? Semua bisa dilakukan di Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Layar dan Gili Rengit.

Yang masih dirasa kurang hanya keseterdiaan air tawar. Walaupun hingga saat ini, kebutuhan air tawar di Gili Nanggu masih dialirkan dengan menggunakan pipa air bawah laut guna mensuplai kebutuhan utama di Bungalow yang ada di sana.

“Wisatawan yang banyak datang berkunjung ke Gili-Gili di Sekotong, selain Wisatawan Nusantara ada juga Wisatawan Mancanegara. Mereka yang datang paling banyak berasal dari Eropa."

"Rata-Rata jumlah kunjungan per hari berdasarkan penghitungan karcis retribusi  adalah sekitar 200 - 300 orang yang datang menggunakan public boat ataupun charter boat. Untuk menuju ke sana pengunjung dikenakan retribusi sebesar Rp5.000 per-orang,” ujar Hiramsyah.

Selain itu, ia mengatakan investor asing yang ingin menanamkan modal di Sekotong sudah banyak, namun belum terlihat keseriusan dalam membangunnya, seperti contohnya pembangunan dermaga sandar, ataupun pembangunan hotel seperti yang dijanjikan masih belum terlihat di pulau-pulau itu.

“Para pelaku industri pariwisata di kawasan sekotong berharap agar promosi daerah ini terus ditingkatkan guna semakin mempopulerkan kawasan pantai ini ke mancanegara ataupun nusantara,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik upaya percepatan pembangunan di daerah wisata Sekotong Lombok Barat yang dilakukan para pelaku industri. Efeknya dinilai bakal sangat dahsyat.

"Tujuh dari 10 top destinasi prioritas yang sudah di-launching Presiden Joko Widodo itu adalah wisata bahari. Wisata yang berbasis pada maritim. Karena itu salah satu kunci suksesnya adalah infrastruktur pariwisata di bahari. Saat Amenitas dan Akses sudah lengkap, tentunya atraksi di Sekotong akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang datang ke Lombok," kata Arief Yahya. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Nusa Tenggara Barat
  2. Wisata Indonesia
  3. Kabupaten Lombok Barat
KOMENTAR ANDA