1. OTONOMI
  2. RAGAM

Tak Punya Anggaran, Wisata Unggulan Sulteng Dipromosikan Kemenpar

Sulteng tidak memiliki banyak anggaran promosi wisata unggulan pada 2017 ini, melainkan lebih pada pembenahan infrastruktur dan sarana prasarana.

Pulau Kadidiri Sulawesi Tengah (Anekatempatwisata.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Jum'at, 06 Januari 2017 17:30

Otonomi.co.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) turut serta membantu mempromosikan potensi wisata unggulan yang terdapat di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Hal itu dilakukan guna menarik wisatawan lokal dan asing datang berkunjung.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah Siti Norma Mardjanu, kegiatan promosi wisata unggulan di 2017 baik wisata bahari maupun alam serta budaya dan kuliner di Sulteng, sebagian dikerjakan Kemenpar.

"Untuk tahun 2017 Pemerintah Sulteng terbantu karena promosi objek-objek wisata unggulan dilaksanakan oleh pemerintah pusat dalam hal ini ditangani langsung oleh Kemenpar," ujar Siti yang dikutip dari Kabarselebes.com, Jumat 6 Januari 2017.

Siti mengaku bahwa Sulteng tidak memiliki banyak anggaran promosi wisata unggulan pada 2017 ini, melainkan lebih pada pembenahan infrastruktur dan sarana prasarana penunjang kepariwisataan.

Sehingga anggaran promosi wisata unggulan, budaya, dan kuliner sebagian dipaketkan dengan kegiatan seperti karnaval budaya serta tari-tarian yang dilaksanakan di dalam maupun luar daerah.

"Tetap ada kami anggarkan untuk promosi wisata namun tidak banyak nilainya, anggaran promosi sebagian sudah satu paket dengan kegiatan promosi terlepas dari promosi wisata lewat bandara udara, hotel, dan insturmen lainnya," kata Siti.

Ketersediaan anggaran promosi wisata saat ini, kata Siti, jauh lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya yang nilainya sekitar Rp200 juta. Hal itu membuat pihaknya terbatas memasarkan potensi wisata unggulan Sulteng.

"Tahun 2017, promosi wisata unggulan dilakukan dengan memanfaatkan sistem digital agar lebih mudah, cepat, dan tepat. Serta efesien yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan anggaran pemerintah daerah," katanya. (poy)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Sulawesi Tengah
  2. Kementerian Pariwisata
KOMENTAR ANDA