1. OTONOMI
  2. RAGAM

Pesona Situs Megalitik Pasemah Jadi Daya Tarik Kabupaten Lahat

Tercatat ada sekitar 1.027 tinggalan megalitik tersebar di 41 situs penuh sejarah di daerah Lahat.

Situs Megalitik di Kabupaten Lahat (Mongabay.co.id). ©2017 Otonomi.co.id Editor : Dwifantya Aquina | Rabu, 15 Juni 2016 16:04

Otonomi.co.id - Jika berkunjung ke Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Anda akan terpesona dengan keberadaan situs Megalitik Pasemah yang tersebar di sana. Tercatat ada sekitar 1.027 peninggalan megalitik tersebar di 41 situs penuh sejarah di daerah Lahat.

Megalitik yang bentuknya sudah dinamis, seperti patung manusia memeluk gajah, harimau, kerbau, dililit ular, dan sebagainya, merupakan bukti kebesaran kebudayaan Bukit Barisan Pasemah (Lahat, Pagar Alam, dan Empatlawang) yang pernah tumbuh dan berkembang sekitar 2.000 tahun lalu.

Dikutip laman mongabay.co.id, Kristantina Indriastuti dari Balai Arkeologi Palembang beberapa waktu lalu menjelaskan situs-situs itu saat ditemukan berada di persawahan, ladang-ladang atau kebun kopi dan bahkan berada di pekarangan rumah.

Beberapa situs yang telah diidentifikasi, menurut Kristantina, adalah Lubuk Tabun, Pajar Bulan, Tanjung Telang, Karang Dalam, Lesung Batu, Pagaralam, Tinggihari, Sawah Jemaring, Gunung Megang, Kampung Bakti, Pajar Bulan, dan Muara Danau.

Keberadaan situs megalitik tersebut, meskipun belum ada penelitian ilmiahnya, membangun sebuah asumsi jika Kerajaan Sriwijaya dibangun oleh kekuatan dari dalam, bukan dari luar.

“Selama ini orang memperkirakan Kerajaan Sriwijaya dibangun oleh kekuatan dari luar seperti India atau Tiongkok. Dengan adanya bukti keberadaan Megalitik Pasemah yang begitu tinggi nilainya, sangat dimungkinkan Kerajaan Sriwijaya dilahirkan dari tanah Melayu sendiri. Apalagi banyak bangsa di Asia mengaku berasal dari Pasemah, seperti halnya bangsa Korea,” kata Jemi Delvian, musisi dari Hutan Tropis, yang juga pegiat lingkungan hidup.

Para pegiat lingkungan hidup berharap ke depannya pemerintah dapat mengupayakan situs Megalitik Pasemah sebagai cagar budaya. Apalagi Kabupaten Lahat telah meraih penghargaan dari MURI sebagai kabupaten yang paling banyak peninggalan megalitik pada 2012. 

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, hingga 2012 sudah mengoleksi sekitar 3.000 temuan megalit yang tersebar di 12 kecamatan dengan berbagai macam bentuk, seperti batu tulis, arca, tempat persembahan dan peralatan.

"Kalau jumlah keseluruhan megalit ditemukan diperkirakan mencapai 3.000, sedangkan terdaftar resmi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi dan BP3 Jambi mencapai 1.000 megalit, inilah yang menjadikan Lahat mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri), dalam kategori daerah yang paling banyak penemuan situs megalit," kata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lahat.

Menurut Pemkab, daerah sebaran penemuan berbagai benda bersejarah meliputi Kecamatan Jarai, Pajarbulan, Kota Agung, Tajungtebad, Gumay dan ada beberapa tempat lainnya.

Keberadaan megalit di Kabupaten Lahat, sudah terkenal sejak zaman Belanda dan bahkan pernah dilakukan penelitian sejumlah ilmuwan dari berbagai negara seperti Belanda, Jerman dan Amerika Serikat.

Peninggalan sejarah di wilayah Lahat bukan saja cukup banyak, dan bahkan kaya akan variasi dan bentuknya. Ada jenis arca, kubur batu, lesung batu, lumpang batu, dolmen, menhir dan batu datar.

Peninggalan bersejarah yang diperkirakan berumur lebih dari 3.000 hingga 4.000 tahun tersebut jumlahnya mencapai ribuan, tersebar di 12 kecamatan dan bentuknya cukup unik. (eha)

 

(DA)
  1. Sumsel
KOMENTAR ANDA