1. OTONOMI
  2. RAGAM

Pasarean Gunung Kawi, Wisata di Malang Rasa Tiongkok

Awalnya Gunung Kawi merupakan hutan belantara yang nyaris tak terjamah.

Pasarean Gunung Kawi (indonesiakaya.com/Ardee). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Ariyanti Ratna | Sabtu, 12 Agustus 2017 09:02

Otonomi.co.id - Kota Malang, Jawa Timur, memiliki ragam destinasi wisata menarik yang bisa ditemui dengan mudah. Mulai dari wisata alam berupa pantai, pegunungan, air terjun, hingga wisata budaya, edukasi, serta religi. Dari banyaknya tempat wisata tersebut, ada salah satu yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, yaitu Pasarean Gunung Kawi.

Gunung Kawi merupakan salah satu gunung yang terletak di bagian barat Malang. Tepatnya di Kecamatan Wonosari.

Awalnya, Gunung Kawi merupakan hutan belantara yang nyaris tak terjamah. Konon, dahulu ada seorang yang disebut penduduk sekitar sebagai Eyang Djoego berhasil menebas hutan, sehingga kini sebagian wilayahnya menjadi permukiman warga.

Pasarean Gunung Kawi
© 2017 otonomi.co.id/ngalam.co

Di sana pun terdapat makam Eyang Djoego, di mana pemakamannya disebut Pasarean Gunung Kawi. Saat mengunjunginya, tak perlu takut akan mendapat suasana menyeramkan. Sebab,sepanjang pasarean menyuguhkan pemandangan mirip Tiongkok zaman dulu.

Dilansir dari ngalam.co terdapat banyak bangunan arsitektur khas Tiongkok di sana, seperti kuil atau klenteng sebagai tempat sembahyang atau melakukan ritual. Selain itu, ada juga dagangan seperti aneka lampion, baju khas Tionghoa, lilin-lilin besar, dan beraneka ragam cenderamata lainnya. Uniknya, para penjaja dagangan tersebut adalah orang berdarah Tionghoa.

Pasarean Gunung Kawi sangat terkenal di kalangan masyarakat Tionghoa. Tak sedikit pula orang Tionghoa dari luar negeri datang ke sana pada hari tertentu untuk melakukan ritual keagamaan.

Terlepas dari unsur kepercayaan dan mitos yang beredar, Pasarean Gunung Kawi memiliki ragam keunikan, d iantaranya dari sisi kebudayaan, juga arsitektur bangunannya. (poy)

 

PILIHAN EDITOR

(AR/AR)
  1. Jawa Timur
  2. Wisata Indonesia
  3. Malang
KOMENTAR ANDA