1. OTONOMI
  2. RAGAM

Pagelaran Saman 10.001 Penari di Gayo Lues Siap Pecahkan Rekor Muri

Pagelaran acara akan dipusatkan di Stadion Seribu Bukit Kota Blangkejeran, Kabupaten Gayo Lues.

Ilustrasi Tati Saman (youtube.com/Saleum Dari Aceh). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Ariyanti Ratna | Jum'at, 11 Agustus 2017 16:11

Otonomi.co.id - Aceh saat ini terus berbenah dalam mempromosikan daerahnya, sebagai salah salah satu destinasi wisata aman, nyaman, dan menarik yang berbasis halal bagi setiap wisatawan. Sebelumnya Aceh telah terpilih sebagai salah satu destinasi wisata halal terbaik dunia, versi International Travel Week (ITW) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 2016.

Pemerintah Provinsi Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, terus melakukan berbagai promosi untuk mengenalkan daya tarik wisata yang berkarakter daerah dan alam. Salah satunya adalah pagelaran Saman 10.001 penari yang akan dihelat Minggu 13 Agustus 2017.

Gelaran saman 1001 penari Gayo Lues
© 2017 otonomi.co.id/gosumbar.com

Menurut Bupati Gayo Lues Ibnu Hasyim, acara tersebut akan dipusatkan di Stadion Seribu Bukit Kota Blangkejeran, Kabupaten Gayo Lues. Pelaksanaan kali ini, merupakan kelanjutan dari kesuksesan Saman 5.057 penari pada 2014. Bahkan tahun ini akan kembali tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).

"Beberapa tamu dari pusat juga kita undang, salah satunya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Komisi X DPRD RI Teuku Riefky Harsya. Selain itu, tahun ini hajatan saman juga akan kembali pecahkan rekor Muri," ujar Ibnu Hasyim, dikutip dari gosumbar.com Jumat 11 Agustus 2017.

Penyelenggaraan Saman 10.001 penari merupakan salah satu bentuk upaya dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, bersama Pemerintah Aceh dalam rangka melestarikan, memelihara, dan mempromosikan Tari Saman sebagai identitas daerah. Selain itu juga meningkatkan rasa cinta masyarakat, terhadap tarian yang telah mendunia tersebut.

Adanya acara tersebut, diharapkan bisa membuat wisatawan betah berlama-lama di Gayo Lues, serta menjajal berbagai objek wisata di sana. (dwq)

 

PILIHAN EDITOR

(AR/AR)
  1. Aceh
  2. Budaya Indonesia
  3. Budaya Daerah
KOMENTAR ANDA