1. OTONOMI
  2. RAGAM

Nyangku, Ritual Sakral Pembersihan Benda Pusaka Kerajaan Panjalu

Setiap upacara Nyangku ini, sejumlah warga dari Panjalu dan Ciamis akan membawa pusaka yang ditutupi oleh kain.

Tradisi Nyangku (disparbud.jabarprov.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Sabtu, 12 Agustus 2017 06:05

Otonomi.co.id - Beberapa daerah di Indonesia masih mempercayai hal-hal gaib. Hal tersebut tak mengherankan, mengingat agama asli Indonesia adalah ajaran animisme dan dinamisme yang berasal dari nenek moyang. Meski begitu, tradisi adat harus tetap dijalani, seperti yang dilakukan oleh para keturunan kerajaan Panjalu di Ciamis, Jawa Barat.

Setiap tanggal lima likur, tujuh likur atau salapan likur dalam kalendar Jawa, atau setiap bulan Maulid Namu pada minggu keempat, masyarakat Panjalu mengadakan sebuah ritual adat bernama Nyangku, yakni ritual untuk membersihkan benda-benda pusaka kerajaan. Setiap upacara Nyangku ini, sejumlah warga dari Panjalu dan Ciamis akan membawa pusaka yang ditutupi oleh kain.

Salah seorang sesepuh Panjalu, R Haris R Cakradinata SE menyebutkan, tradisi nyangku bukan untuk memuja-muja barang peninggalan leluhur. Namun upacara tersebut diselenggarakan untuk mengingat jasa dan perjuangan leluhur masyarakat Panjalu, yakni Prabu Sanghiang Borosngora.

Prabu Sanghiang Borosngora adalah Raja Panjalu yang arif dan bijaksana itu yang dianggap leluhur oleh masyarakat Panjalu dan juga penyebar agama Islam pertama di daerah tersebut. Beberapa bukti peninggalannya masih bisa dijumpai di daerah ini, seperti benda-benda pusaka berbentuk pedang, keris, kujang dan lainnya.

Ritual Nyangku ini biasanya akan diawali dengan berziarah ke makam raja di Situ Lengkong, Panjalu. Upacara kemudian dilanjutkan dengan pencucian benda pusaka dari peninggalan raja seperti pedang.

Benda pusaka yang akan dibersikan dalam tradisi Nyangku
disparbud.jabarprov.go.id/disparbud.jabarprov.go.id

Rombongan pembawa benda pusaka biasanya akan mengenakan pakaian muslim dan pakaian adat khas Sunda. Mereka berjalan kaki dari Bumi Alit atau rumah penyimpanan benda pusaka menuju Situ Lengkong.

Setelah itu, benda-benda pusaka tersebut dibawa ke alun-alun dan disimpan kembali di Bumi Alit. Dengan diiringi musik rebana, para pembawa pusaka ini menuju panggung utama tempat digelarnya pencucian benda pusaka. Benda-benda pusaka ini kemudian dibersihkan dengan menggunakan air yang telah didoakan.

Sampai kini, ritual Nyangku menjadi tradisi dan juga kebudayaan kebanggaan dari masyarakat Panjalu. Tradisi ini dimanfaatkan untuk mengenang kebesaran dari Kerajaan Panjalu pada masa lalu. Upacara Nyangku ini masih terus ditunggu warga. Mereka ingin ikut menjaga dan juga melestarikan Nyangku sebagai warisan adat. (poy)

(Sumber: disparbud.jabarprov.go.id; Kamerabudaya.com)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Jawa Barat
  2. Kabupaten Ciamis
  3. Tradisi Unik
KOMENTAR ANDA