1. OTONOMI
  2. RAGAM

Nyaneut, Tradisi Minum Teh Ala Sunda di Kaki Gunung Cikuray

Untuk menikmatinya, teh akan dituangkan ke dalam cangkir yang terbuat dari batok kelapa atau cangkir seng khas tempo dulu.

Tradisi Nyaneut (evladimir.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Rabu, 11 Januari 2017 13:10

Otonomi.co.id - Tak hanya Kesultanan Yogyakarta, salah satu daerah Indonesia yang memiliki tradisi minum teh adalah masyarakat Sunda di kaki Gunung Cikuray, Jawa Barat. Tradisi ini biasanya disebut dengan 'Nyaneut'.

Tradisi ini menjadi kebiasaan warga Garut dan sekitarnya untuk menghangatkan tubuh mereka dari dinginnya udara di kaki gunung Cikuray. Dalam Nyaneut, teh yang digunakan adalah Teh Kejek. Teh ini merupakan teh khas dari daerah Cigedug. Wajar, karena daerah Garut memang terkenal sebagai salah satu produsen utama teh berkualias tinggi di Indonesia.

Nyaneut sendiri berawal dari seorang ilmuwan Belanda bernama Karel Fredik Holle yang pada abad ke-19 yang membuka perkebunan teh di Cigedug dan Bayongbong. Karena dataran itu tinggi di Garut bisa menghasilkan teh berkualitas baik. Tak heran, jika teh yang dihasilkan pun adalah teh berkualitas terbaik.

Nyaneut, Tradisi Minum Teh
© 2017 otonomi.co.id/Muhammad Gaffar MSV

Dikutip dari Goodnewsfromindonesia/Thomas Benmetan, Rabu 11 Januari 2017, nyaneut biasa diawali dengan memasak air di atas anglo (tungku yang terbuat dari tanah liat) dengan menggunakan arang sebagai bahan bakar. Lalu, air yang telah matang akan dipindahkan ke poci tanah liat. Bersama dengan itu, satu sendok makan teh kejek khas Cigedug dimasukkan ke dalam poci lalu didiamkan selama beberapa saat.

Untuk menikmatinya, teh akan dituangkan ke dalam cangkir yang terbuat dari batok kelapa atau cangkir seng khas tempo dulu. Prosesi meminum teh akan diawali dengan memutar gelas teh di telapak tangan sebanyak dua kali, aroma teh dihirup tiga kali, barulah teh bisa diseruput.

Teh biasanya dihidangkan dengan talas, kacang tanah, singkong goreng, pisang, dan makanan pangan lokal lainnya yang dikukus di atas anglo. Yang menarik, makanan itu akan disajikan bersama potongan gula merah. Gula merah digunakan sebagai pemanis rasa teh atau dimakan bersama panganan kukus tersebut.

Festival Nyaneut
© 2017 otonomi.co.id/Goodnewsfromindonesia.id

Sayangnya, seiring berjalan waktu tradisi ini mulai luntur perlahan. Sehingga untuk mengantisipasinya, pemerintah daerah kerap mengadakan sebuah perayaan bertajuk Festival Nyaneut, sebuah festival minum teh yang diselenggarakan dengan cara yang cukup meriah.

Tahun lalu menjadi tahun ketiga penyelenggaraan festival ini. Selain untuk melestarikan tradisi minum teh ala orang Sunda, festival ini juga kerap membahas isu-isu lingkungan dan pelestarian alam. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Jawa Barat
  2. Garut
KOMENTAR ANDA