1. OTONOMI
  2. RAGAM

Meriam, Tradisi Unik Masyarakat Kalbar Sejak Zaman Belanda

Pada zaman penjajahan meriam ini digunakan sebagai salah satu strategi berperang menakuti Belanda. Suaranya yang menggelegar membuat Belanda...

Festival Meriam di Kalimantan Barat (jendelakalbar.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rohimat Nurbaya | Sabtu, 18 Februari 2017 06:09

Otonomi.co.id - Kalimantan Barat memiliki banyak sekali permainan tradisional, salah satunya permainan meriam. Saat ini, permainan meriam ini biasanya dilakukan masyarakat di sana ketika menjelang hari raya Idul Fitri.

Masyarakat di Kalimantan Barat yang biasa menjadikan mainan meriam ini adalah di Pontianak. Awalnya meriam ini digunakan untuk memberi tanda suatu kejadian.

Dikutip dari buku Permainan Tradisional Indonesia karya Hamzuri, permainan ini dinamakan meriam karena mempunyai bentuk dan menghasilkan suara yang keras seperti meriam.

Permainan ini ada yang menggunakan bambu, ada juga yang menggunakan bahan kayu sejenis mabang atau meranti.

Pada masa kerajaan Pontianak, apabila dibunyikan suara meriam oleh pihak kerajaan merupakan pertanda dimulainya puasa atau tiba saatnya bulan Ramadan.

Tetapi pada zaman penjajahan, meriam ini digunakan sebagai salah satu strategi berperang untuk menakuti Belanda.

Permainan meriam ini selalu dibunyikan ketika ada Belanda menyerang, tujuannya agar lawan mengira masyarakat di sana memiliki senjata yang hebat dan sangat besar.

Namun pada masa sekarang fungsinya sudah bergeser, permainan meriam ini digunakan untuk memeriahkan hari-hari besar.

Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah satu batang kayu atau bambu yang berdiameter relatif besar dan mempunyai tiga ruas atau memiliki panjang dua hingga tiga meter.

Kemudian minyak tanah atau karbit serta api dan rotan untuk pengikat. Lalu ada satu batang kayu kecil yang ujungnya dililit kain, gunanya sebagai sebagai penyulut.

Guna terus melestarikan permainan tradisonal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kerap menggelar acara tahunan festival meriam dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Dalam festival itu, pemilik meriam yang suaranya paling menggelar, dialah yang diberi hadiah. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RN/RN)
  1. Kalimantan Barat
  2. Permainan Tradisional
  3. Pemprov Kalimantan Barat
KOMENTAR ANDA
OTONOMI DAERAH
TERPOPULER
Nasional