1. OTONOMI
  2. RAGAM

Mengungkap Pernikahan Sedarah Suku Polahi di Gorontalo

Suku Polahi menjalankan perkawinan sedarah, dilatarbelakangi oleh...

Suku Polahi (Via Boombastis.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Stella Maris | Jum'at, 06 Januari 2017 09:01

Otonomi.co.id - Pernikahan sedarah merupakan hal tabu bahkan dilarang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara medis, hubungan tersebut berisiko menghasilkan keturunan dengan kecacatan fisik maupun mental. Tetapi ternyata di Indonesia perkawinan sedarah masih ada.

Perkawinan itu dilakukan oleh Polahi yang merupakan suku terpencil di pedalaman hutan Gorontalo. Bagi mereka, pernikahan sedarah--ayah dengan putrinya, ibu dengan putra, adik dengan kakak-- adalah hal yang lazim dilakukan.

Anda pasti bertanya-tanya bukan, mengapa suku tersebut melakukan pernikahan sedarah? Laman Boombastis.com menginformasikan bahwa Suku Polahi menjalankan perkawinan sedarah, dilatarbelakangi oleh faktor kehidupan di masa lalu.

Saat Belanda tengah berinvasi ke Sulawesi, para Polahi kabur dan memutuskan tinggal di pedalaman hutan. Lantaran jumlah Polahi yang sedikit dan bertahan di hutan dalam waktu lama, maka pernikahan terjadi di antara mereka saja.

Dari situlah kebiasaan menikah sedarah berkembang. Bukan hanya itu saja, pria Polahi diketahui juga boleh menikahi lebih dari satu wanita, dan pasangan itu diketahui juga masih bersinggungan dengan pernikahan sedarah. Misalnya menikahi dua saudara kandung sekaligus.

Di awal sempat disinggung bahwa pernikahan sedarah secara medis, berdampak pada keturunan. Namun hal itu tidak terjadi pada masyarakat Polahi. Keturunan Polahi lahir normal dan sehat.

Diketahui meski dijuluki suku terasing karena menjauhi perkembangan zaman, namun kini Suku Polahi sudah bisa menerima kehadiran orang luar. Mereka juga telah menggunakan pakaian. 

PILIHAN EDITOR

(SM/SM)
  1. Gorontalo
  2. Sulawesi
KOMENTAR ANDA