1. OTONOMI
  2. RAGAM

Mengulik Makna Hormat pada Bendera Merah Putih

Bukan hanya simbol dan lambang negara, ada sejarah besar di balik bendera merah-putih.

Ilustrasi hormat bendera (dwikaryaggp.com) ©2017 Otonomi.co.id
Reporter : Randi | Minggu, 13 Agustus 2017 06:07

Otonomi.co.id - Peringatan hari kemerdekaan Indonesia tinggal hitungan hari. Tanggal 17 Agustus, sebagian besar masyrakat Indonesia memperingatinya dengan upacara bendera di lapangan terbuka. Setiap upacara, mengapa kita selalu hormat ketika bendera merah putih dikibarkan?

Peraturan Pemerintah No 40 tahun 1958 menyebut, bendera merah-putih adalah lambang kedaulatan dan tanda kehormatan Republik Indonesia. Sementara Undang-Undang No 24 tahun 2009 menyebut bendera sebagai sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara. Bendera juga merupakan manifestasi kebudayaan.

Ditarik kesimpulannya, bendera merupakan suatau lambang, identitas, kehormatan, dan sarana pemersatu sebuah bangsa. Namun, ternyata, alasan itu tidak cukup untuk membuat seluruh rakyat Indonesia mengangkat tangan di ujung pelipis saat bendera mulai dikibarkan.

Dilansir dari historia.id/Hendri F. Isnaeni, Senin 14 Agustus 2017, ada sejarah besar yang pernah terjadi di balik adanya bendera merah putih.

Mohammad Yamin, tokoh nasional yang sekaligus ahli sejarah pernah menelusuri asal usul merah-putih yang menjadi warna bendera Indonesia. Tak tanggung, ia mengupasnya begitu jauh, mulai dari zaman Kerajaan Majapahit hingga zaman purba.

Dalam buku "6000 Tahun Sang Merah-Putih" yang diterbitkannya, MohYamin mendasarkan penafsirannya keberadaan dan kesakralan bendera nasional dari warna yang ditemukan pada kebiasaan masyarakat Indonesia di masa purba, hingga kuliner bubur merah dan putih yang biasa dilakukan masyarakat tradisional.

Baca Juga : Mengapa Bendera Indonesia Berwarna Merah Putih?

Namun penafsiran Moh Yamin tidak lepas dari kritik. Berdasarkan R.E Elson dalam The Idea of Indonesia, rasa identitas kebangsaan Indonesia mulai terwujud dalam lambang terjadi pada 1920. Saat itu, bagaimana para pemuda pergerakan begitu menggelora mengibarkan lambang merah-putih.

Dalam Kongres Perkumpulan Mahasiswa Indonesia (Indonesisch Verbond van Studeerenden/IVS) di Lunteren, Belanda, Agustus 1920, "terlihat ada bendera merah-putih bersebelahan dengan bendera Belanda biru-merah-putih menghiasi mobil ketua kongres, sementara bunga-bunga dahlia merah dan putih dalam vas menyemarakkan aula kongres."

Masih dalam tulisan Elson, bendera merah-putih juga berkibar dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Kramat 106 Jakarta, yang melahirkan Sumpah Pemuda. Bahkan kemudian sebuah laporan intelijen dari Kepala Seksi Badan Informasi Politik Belanda dari Surabaya, 19 Juli 1933, menyebutkan bendera Belanda hilang dari kampung-kampung. "Sebelumnya bendera Belanda dikibarkan di acara-acara perayaan, sekarang bendera itu digantikan warna-warna merah-putih…”.

Selanjutnya>>>

(R/R)
NEXT: Menghormati Bendera Merah-Putih
  1. Sejarah Proklamasi Indonesia
  2. Sejarah
KOMENTAR ANDA
OTONOMI DAERAH
TERPOPULER
Nasional