1. OTONOMI
  2. RAGAM

Kisah Mistis Batu Semar di Alun-Alun Bojonegoro

Para warga percaya bahwa batu ini memiliki aura magis yang kuat karena konon batu ini berumur jutaan tahun.

Batu Semar di Kabupaten Bojonegoro (bojonegorokab.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Selasa, 14 Februari 2017 06:35

Otonomi.co.id - Jika pernah bertandang ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Anda pasti pernah melihat sebuah bongkahan batu besar yang terletak di Alun-alun kota. Batu ini memang sengaja diletakkan di sana sebagai simbol tekad yang kuat untuk berprestasi dari warga Bojonegoro.

Tapi tahukah Anda, batu prasasti yang dinamakan Semar ini diboyong dari salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro. Para warga percaya bahwa batu ini memiliki aura magis yang kuat karena konon batu ini berumur jutaan tahun.

Tidak hanya itu saja, kisah-kisah misterius pun menyelimuti asal-usul datangnya batu tersebut dari pinggir kota Bojonegoro. Banyak yang percaya jika batu berbobot kurang lebih 80 ton ini merupakan muntahan gunung Pandan yang meletus jutaan tahun silam.

Sebelumnya, batu Semar ini bersemayam di dalam hutan di kawasan Dusun Bendotan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro yang lokasinya tidak jauh dari Gunung Pandan. Selain itu, masyarakat sekitar percaya batu semar ini memiliki hubungan spiritual dengan 'penguasa' di Gunung Pandan, yakni Eyang Gendro Sari.

Meski terkenal dengan aura mistisnya, penduduk setempat tidak pernah menggelar upacara ritual pada batu tersebut. Kalaupun ada mereka berasal dari luar daerah Bojonegoro yang melakukan ritual setiap malam satu suro.

Makhluk halus penjaga batu

Memindahkan batu Semar ke alun-alun Kota Bojonegoro ternyata melalui proses yang panjang. Pada proses pengangkatan batu ini sejumlah peristiwa muncul di luar nalar manusia. Salah satunya terputusnya tali baja pada mesin crane ketika sedang mengangkat batu tersebut.

Peristiwa itu terjadi ketika tanah sekitar batu telah dilubangi sedalam satu meter untuk memudahkan mesin crane mengangkatnya. Tapi justru yang terjadi, batu menancap semakin kokoh dan tidak terangkat. Melihat kejanggalan itu, akhirnya sejumlah paranormal dan kyai didatangkan untuk membantu melihat hal gaib yang ada di batu tersebut.

Mereka yang melakukan ritual melihat ada 'penunggu' di batu tersebut. Penunggunya bukan hanya satu, tapi banyak. Untuk itu, beberapa syarat pun dipersiapkan agar batu tersebut bisa terangkat, di antaranya menggelar selamatan dengan melengkapi sesaji, kembang setaman, dan pembakaran dupa.

Salah seorang paranormal mengaku, ia telah memindahkan semua penunggu batu, kecuali satu yang mengaku raja. Menurut kesaksian paranormal itu, 'raja' tersebut ingin terus berdiam di batu tersebut dengan perjanjian tidak akan mengganggu manusia.

Meski sudah melakukan berbagai ritual, gangguan gaib pun terus mengiringi perjalanan pengangkutan batu menuju alun-alun Bojonegoro yang berjarak 70 kilometer. Proses evakuasi akhirnya selesai setelah memakan waktu 20 hari karena banyaknya hambatan tersebut.

Kini dengan hadirnya Batu Semar di alun-alun kota menjadikan taman makin terlihat cantik. Banyak warga dan juga traveler yang datang ke sana untuk mengambil gambar dari batu yang bertuah tersebut. (dwq)

(sumber: Tabloid Metro Lima, Travelingyuk!, Berita Jatim)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Jawa Timur
  2. Ragam
  3. Bojonegoro
  4. Kabupaten Bojonegoro
  5. Kisah Misteri
  6. Cerita Misteri
KOMENTAR ANDA