1. OTONOMI
  2. RAGAM

Ini Teknologi yang Jadi Penentu Kemerdekaan Indonesia

Indonesia yang kala itu berada di bawah kolonial Belanda telah memiliki berbagai macam teknologi maju meski masih digunakan untuk kepentingannya.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (merdeka.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Kamis, 14 September 2017 06:32

Otonomi.co.id - Tidak diragukan lagi bahwa teknologi memiliki andil besar dalam mengubah sejarah suatu bangsa, termasuk bagi Indonesia. Tak banyak orang yang menyadari bahwa sebuah teknologi juga membantu Indonesia meraih kemerdekaannya.

Ya, itulah teknologi radio. Berkat perangkat siaran yang mengandalkan gelombang sinyal tersebut para anak bangsa mengetahui kekalahan Jepang di perang dunia II yang kemudian menjadi momentum penting kemerdekaan.

Sejarah Radio di Indonesia sendiri terbilang panjang. Indonesia yang kala itu berada di bawah genggaman kolonial Belanda telah memiliki berbagai macam teknologi maju meski masih digunakan untuk kepentingan kolonial.

Stasiun radio pertama di Indonesia tercatat berdiri pada 1933 di Solo bernama  Solosche Radio Vereeniging yang kemudian disusul dengan aturan penyiaran radio yang terbit pada tahun 1934. Sejak saat itu budaya radio terus berkembang di Indonesia, menyiarkan berbagai program seperti hiburan, pidato, ataupun pengumuman pemerintah Belanda.

Kedatangan Jepang ke Indonesia beberapa tahun kemudian membuat seluruh stasiun radio utama yang ada di Indonesia bepindah tangan dan beralih fungsi. Meski tetap mengudara, radio di masa tersebut dikuasai militer Jepang dan banyak digunakan untuk kebutuhan militer.

Keakraban masyarakat Indonesia dengan radio pula lah yang kemudian menjadi momentum penting kemerdekaan Indonesia. Di tahun 1945, para pemuda Indonesia terus menyimak bagaimana posisi Jepang di perang dunia II.

Hingga kemudian pada 14 Agustus 1945 siaran radio BBC milik sekutu menyebutkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Pada momen itulah para pemuda menyadari bahwa itu saatnya untuk melakukan proklamasi kemerdekaan.

Kalangan pemuda yang mengetahui kabar kekalahan Jepang mendesak para generasi senior seperti Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun rupanya kalangan senior ragu akibat adanya  sensor oleh pihak Jepang sehingga kelalahan Negeri Matahari Terbit masih simpang siur.

Selain surat kabar di masa genting tersebut belum memberitakan. Tak pelak, peristiwa Rengasdengklok terjadi dan mendesak terjadinya proklamasi. Prosesi proklamasi kemerdekaan Indonesia berhasil dilakukan pada 17 Agustus 1945.

Dua hari kemudian seluruh stasiun radio Jepang dihentikan kegiatannya. Di masa-masa itulah sarana siaran pertama Indonesia berdiri tepatnya pada 11 September 1945 dengan nama Radio Republik Indonesia (RRI).

Sejak saat itu, RRI menjadi radio kebanggaan bangsa dan telah menyiarkan berbagai berita. Bersama dengan surat kabar, radio menyiarkan berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Radio di masa kemerdekaan RI jelas menjadi teknologi penting yang membangun sejarah dan menyatukan bangsa ini. (dwq)

(sumber: goodnewsfromindonesia.id/Bagus Ramadhan)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Sejarah Proklamasi Indonesia
  2. Sejarah
KOMENTAR ANDA
OTONOMI DAERAH
TERPOPULER
Nasional