1. OTONOMI
  2. RAGAM

Hadir Sejak 1965, Kupat Tahu Gempol Bandung Tetap Diburu Pelanggan

Tak hanya dalam negeri, Kupat Tahu Gempol juga memiliki pelangan dari berbagai negara.

Kupat Tahu Gempol Bandung (Otonomi.co.id/Rizki Astuti). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Jum'at, 19 Mei 2017 12:03

Otonomi.co.id - Kupat tahu merupakan salah satu kuliner khas Bandung yang biasa dinikmati saat sarapan. Ya, sederet warung makan pun dapat ditemui berbagai penjuru kota kembang.

Namun, ada salah satu kupat tahu legendaris yang menjadi incaran masyarakat Bandung maupun dari luar kota. Warung tersebut berada di Pasar Gempol, Jalan Gempol Kulon nomor 53 Bandung.

Warung kupat tahu gempol memang sederhana dan tidak terlalu besar, namun mampu bertahan sejak 1965. Padahal awalnya banyak warung tahu gempol yang hadir di sana.

Soal rasa, jangan ditanya. Karena kelezatan seporsi kupat tahu ini lah yang membuat warung tersebut bisa dikenal hingga saat ini.

Sekilas kupat tahu yang disajikan serupa dengan yang lain. Tapi yang membedakannya adalah bumbu kacangnya. Lebih kental dari pada yang lain.

"Bumbu kacang di sini rasanya tetap sama dari zaman dulu. Tidak berubah meski makan 10 tahun mendatang. Kami juga pakai santan untuk campuran kacangnya. Kacangnya juga khusus," ujar Kusmayadi anak dari pemilik Kupat Tahu Gempol, Yayah saat berbincang dengan Otonomi.co.id.

Kupat Tahu Gempol Bandung
© 2017 otonomi.co.id/Rizki Astuti

Memang, saat reporter Otonomi.co.id mencicipinya, saus kacang di sini lebih gurih dan sedikit manis. Ditambah dengan tahunya yang lembut dan lumer di mulut. Percis rasanya dengan tahu Bandung.

"Kami pakai tahu pabrik tahu dari Bandung yang sudah terkenal. Sudah lama bekerja sama. Karena tahunya memang lembut dan enak," cerita pria pria berumur 51 tahun ini.

Sebagai pelengkap, kupat tahu disajikan bersama tauge rebus serta siraman sedikit kecap manis. Rasa gurih dari bumbu langsung terasa saat mencicipi makanan ini.

Beralih ke kerupuk. Tak nikmat rasanya menyantap kupat tahu tanpa kerupuk. Berbeda dengan yang lain, kerupuk di sini ukurannya lebih besar menyerupai selondok tapi mudah dihancurkan.

Kini, Kupat Tahu Gempol sudah memiliki empat cabang di Bandung, yakni Setia Budi, Lipo Mall, Dago, dan Buah Batu. Kupat Tahu Gempol juga selalu hadir dalam festival kuliner baik di daerah maupun ibu kota. Bahkan pernah mewakili Bandung dan Indonesia di festival kuliner Singapura.

"Sampai sekarang banyak orang luar negeri yang datang misalnya dari Jerman, Australia, Tiongkok, dan rombongan Korea datang. Mereka bilangnya 'very good' dengan logat Inggris," tuturnya sambil tertawa.

Warung Kupat Tahu Gempol buka pukul 06.00-12.00 WIB. Seporsi kupat tahu dibanderol harga Rp15 ribu. (ita)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Jawa Barat
  2. Bandung
  3. Kuliner Daerah
  4. Kuliner Indonesia
  5. Ragam Kuliner Nusantara
KOMENTAR ANDA