1. OTONOMI
  2. RAGAM

Gurih dan Nikmati, Ini Makanan Khas Wakatobi yang Hits

Biasanya makanan ini disajikan bersama ikan bakar dan ikan parende, atau dengan kerang-kerangan.

Kasuami, makanan khas Wakatobi/wakatobikab.go.id. ©2017 Otonomi.co.id Editor : Desy Afrianti | Kamis, 29 Desember 2016 13:50

Otonomi.co.id - Selain kebudayaan yang berkembang di setiap daerah di Indonesia, ada pula makanan yang menjadi ciri dari suatu daerah. Salah satunya adalah makanan khas dari Sulawesi Tenggara yaitu kasuami.

Kasuami sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, tepatnya masyarakat Wakatobi. Kasuami adalah makanan yang berbahan dasar ubi kayu atau singkong.

Bahkan bagi masyarakat Wakatobi, makanan ini sudah menjadi makanan pokok. Aroma dan rasa dari kasuami sangat nikmat dan gurih. Biasanya makanan ini disajikan bersama ikan bakar dan ikan parende, atau dengan kerang-kerangan. Seperti dikutip dari wakatobikab.go.id, selain masyarakat Buton, warga di daerah Wawonii dan Buton juga mengkonsumsi makanan ini.

Ada beberapa pendapat yang menyebut asal-usul makanan ini disebut kasuami, karena makanan yang berbahan baku ubi kayu ini harus dimakan bersama dengan ikan sebagai lauknya dan tidak boleh dipisahkan.

Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa kasuami berasal dari dua suku kata yaitu 'soa' yang artinya uap panas dan 'kaopi' yang artinya tepung ubi atau gaplek.

Proses pembuatan makanan ini cukup sulit bagi pemula, karena memerlukan kesabaran yang tinggi. Proses awal untuk membuat kasuami adalah memarut ubi kayu yang sudah dibersihkan menggunakan alat yang biasa disebut kaparu. Kemudian hasil parutan ubi kayu diperas karena yang dipakai untuk membuat makanan ini adalah hasil perasan dari parutan ubi kayu.

Setelah ubi kayu dari hasil perasan yang tadi, ubi akan menjadi kaopi atau kagepe. kemudian ubi disaring menggunakan kagugura, setelah itu siap dikukus.

Ubi kayu dikukus dengan mengunakan cetakan yang terbuat dari daun kelapa yang sudah dianyam dan dibentuk seperti kerucut. proses pengukusan ini membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit.

Jika ubi kayu yang dikukus telah menyatu dan berubah warna menjadi sedikit menguning, maka kasuami siap untuk diangkat dan disajikan di atas piring. Makanan ini semakin nikmat jika disajikan selagi panas. (Irvan Alfaris/Poy)

(DA)
  1. Sulawesi Tenggara
  2. wakatobi
KOMENTAR ANDA