1. OTONOMI
  2. RAGAM

Gulai Kambing Bustaman Semarang, Racikan Warisan Resep 5 Generasi

Bila gulai kambing biasanya memiliki kuah yang kental, gulai bustaman justru...

Legendarisnya gulai kambing bustaman (semarang.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Ariyanti Ratna | Jum'at, 19 Mei 2017 08:32

Otonomi.co.id - Kenikmatan yang menggoda selalu dihadirkan oleh aneka menu olahan daging kambing. Sate kambing, sate buntel, gulai, tongseng, dan olahan lainnya mampu membuat Anda untuk segera ambil piring dan menikmatinya.

Berbicara tentang kuliner olahan kambing, Semarang memiliki gulai khas yang hanya bisa ditemui di sana. Yaitu gulai kambing bustaman.

Bustaman adalah sebuah kampung di Semarang yang terkenal sebagai pusat pemotongan dan pengolahan kambing. Nama Bustaman berasal dari Kyai Ngabehi Kertoboso Bustam, seorang asisten residen Semarang yang juga merupakan kakek buyut dari pelukis legendaris Raden Saleh.

Gulai kambing khas Bustaman memiliki ciri khas sendiri, yang berbeda dengan gulai lainnya. Jika biasanya gulai kambing dimasak dengan santan hingga menghasilkan kuah yang kental, gulai bustaman justru memiliki kuah yang cair dan jernih.

Gulai kambing bustaman
© 2017 otonomi.co.id/semarang.com

Sebab kelapa tak dijadikan santan, tetapi diparut dan dijadikan serundeng. Kemudian serundeng ditumbuk sampai menghasilkan minyak, lalu digunakan sebagai pengganti santan.

Selain itu perpaduan bumbu yang dipakai cukup menarik, campuran aneka rempah dari perpaduan resep Jawa dan pemakaian gujarat menghasilkan rasa gulai yang menggoyang lidah. Resep tersebut telah diwariskan turun-temurun. Hingga kini resep Bustaman telah mencapai generasi kelima.

Penjual resep gulai bustaman di Semarang kian menipis, yang bertahan hingga kini adalah warung Pak Sabar.

Gulai kambing bustaman Pak Sabar
© 2017 otonomi.co.id/semarang.com

Dilansir dari semarang.com Pak Sabar mulai berjualan gulai kambing sejak tahun 1969 di sekitar Kota Lama. Daging dan jeroan yang digunakan warung ini masih dalam bentuk ukuran besar. Saat akan disajikan, daging dan jeroan baru dipotong kecil lalu disiram dengan kuah gulai yang mengepul.

Gulai Pak Sabar disajikan dengan taburan potongan bawang merah dan perasan jeruk nipis. Rasa yang dihasilkan pun menjadi gurih, segar, dan sedikit asam. Untuk menikmati satu porsi gulai kambing lengkap dengan nasi dan es teh atau es jeruk, hanya perlu mengeluarkan uang Rp25 ribu.

Warung gulai kambing Pak Sabar membuktikan bahwa kuliner lezat tak selalu identik dengan tempat makan mewah. Warung tenda sederhana satu ini mampu menyajikan kuliner yang lezat dengan rasa otentik. (poy)

 

PILIHAN EDITOR

(AR/AR)
  1. Jawa Tengah
  2. Semarang
  3. Kuliner Daerah
  4. Ragam Kuliner Nusantara
KOMENTAR ANDA