1. OTONOMI
  2. RAGAM

Cara Pengusaha Keripik Mandailing Natal Atasi Krisis Singkong

Mirisnya, sejumlah pelaku industri keripik mapun krupuk sudah mengganti bahan bakunya dari singkong ke tepung lain.

Ilustrasi keripik singkong/madina.go.id. ©2017 Otonomi.co.id Editor : Desy Afrianti | Minggu, 19 Juni 2016 16:17

Otonomi.co.id - Pelaku industri keripik di Mandailing Natal, Sumatera Utara sudah lama mengeluh soal bahan baku singkong berkualitas yang makin sulit diperoleh. Krisis bahan baku itu memperburuk perkembangan usaha mereka.

Jangankan untuk mengembangkan, bertahan saja sudah syukur. Ubi kayu asal Madina memiliki cita rasa yang sangat bagus bagi bahan baku keripik. Tetapi, petani di Madina tak banyak menanam ubi kayu.

Akibatnya, pelaku industri keripik mau tidak mau harus rela memakai ubi kayu dari Tapanuli Utara meski keripik sebagai produk hilirnya terasa agak pahit. Dan itu tentu melemahkan daya saing keripik Madina dari invasi keripik asal Sumatera Barat. Demikian seperti dikutip dari madina.go.id

Mirisnya, sejumlah pelaku industri keripik mapun kerupuk sudah mengganti bahan bakunya dari singkong ke tepung lain. Ini amat berisiko. Sebab produk keripik dari Bukittinggi, Sumatera Barat akan makin menguasai pasar Madina karena mereka tetap berbahan baku singkong.

Menurut sejumlah pengusaha industri rumah tangga di Panyabungan dan Kotanopan serta Siabu, keripik yang berbahan baku tepung sangat rendah kadar kegurihan dan rasanya dibanding berbahan baku singkong. Produk dari Bukittinggi tak akan tersaingi jika keripik Madina bertahan pada bahan baku tepung.

Ini artinya, dayang saing Madina makin rendah, pengusaha akan dibayang-bayangi kemerosotan usaha, berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja. Di sisi lain, gairah petani singkong juga menurun akibat menghadapi dilema. Baca selengkapnya di sini

(DA)
  1. Sumut
  2. Sumatera
KOMENTAR ANDA