1. OTONOMI
  2. RAGAM

Berburu Kuliner Malam di Pasar Semawis Semarang

Anda dapat menikmati sejumlah makanan khas Semarang, seperti lumpia, tahu gimbal, petis.

Salah satu pedagang di Pasar Semawis (Instagram @bernadusbenny). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Stella Maris | Jum'at, 19 Mei 2017 10:01

Otonomi.co.id - Sejak sore, para pedagang sudah menyiapkan barang dagangannya. Menjelang malam atau sekitar pukul 18.00, para pelancong dan warga lokal mulai berburu kuliner di Pasar Semawis, Semarang, Jawa Tengah.

Pasar Semawis lebih dikenal dengan nama Waroeng Semawis. Itu karena letaknya ada di Gang Warung, Kecamatan Semarang Tengah. Pasar yang buka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu menghadirkan aneka jajanan kuliner berkonsep tenda.

Pasar Semawis/Exploresemarang.com

Dikutip laman dari Pesona.indonesia.travel, Pasar Semawis digagas oleh perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Pasar ini ada sejak 2004, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia.

Lalu apa saja yang dapat dinikmati di Pasar Semawis? Anda dapat menikmati sejumlah makanan khas Semarang, seperti lumpia, tahu gimbal, petis, dan lainnya.

Pisang penyet, salah satu kuliner khas Semarang /Instagram @hungryadvocates

Ada juga makanan yang berasal dari daerah lain, seperti siomay, batagor, pempek palembang, gudeg, es pisang ijo, ronde, wedang kacang tanah, serta aneka teh dengan berbagai nama tempo dulu. Oh ya dan yang ketinggalan adanya idan hidangan oriental khas Pecinan. 

Bagaikan surga kuliner, karena demikian banyaknya jenis makanan yang dijajakan. Laman exploresemarang.com menginformasikan, bagi Anda yang memperhatikan halal tidaknya makanan, ada baiknya menanyakan lebih dulu, apakah makanan yang disajikan mengandung babi atau minyak babi.

Aneka ragam sate di Pasar Semawis/Instagram @ronaldandrian

Itu karena Pasar Semawis hampir berimbang menyediakan hidangan antara makanan yang bebas babi dengan yang mengandung babi.

Terlepas dari menu itu, kalau sampai di lokasi Pasar Semawis lebih awal alias tempat itu belum buka, Anda bisa menelusuri sejumlah peninggalan bersejarah di sekitar kawasan tersebut, seperti Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, Siu Hok Bio (1753) di Jalan Wotgandul Timur dan Klenteng Liong Hok Bio di Gang Pinggir. (poy)

PILIHAN EDITOR

(SM/SM)
  1. Kuliner
  2. Semarang
  3. Wisata Kuliner
  4. Kuliner Indonesia
KOMENTAR ANDA