1. OTONOMI
  2. RAGAM

Arbanat, Jajanan Khas Malang yang Kian Tergerus Zaman

Maraknya berbagai jenis makanan anak saat ini, secara tidak langsung mempengaruhi penjualan arbanat.

Arbanat, jajanan tradisional khas Malang (ngalam.co). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Ariyanti Ratna | Sabtu, 12 Agustus 2017 13:35

Otonomi.co.id - Arbanat di beberapa daerah di Indonesia biasa disebut dengan rambut nenek. Sebab, rupa yang berwarna merah menyala pada kuliner satu ini mirip dengan rambut nenek. Jajanan khas Malang ini biasa dinikmati saat senggang.

Arbanat terbuat dari gula pasir yang diberi pewarna makanan berwarna merah. Dilansir dari ngalam.co proses pembuatannya ternyata tak rumit, yakni cukup dengan merebus gula pasir yang telah diberi pewarna dengan air hingga membentuk karamel. Setelah sekitar dua jam proses, karamel tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah.

Arbanat, jajanan tradisional khas Malang
© 2017 otonomi.co.id/walkinjava.id

Dari wadah itu, adonan ditarik-tarik hingga berbentuk seperti rambut. Dulu, makanan ini bisa didapatkan dengan menukarkan barang bekas, biasanya berupa kaleng atau botol. Penjual memiliki nilai tersendiri berapa harga kaleng bekas tersebut, untuk mendapatkan takaran arbanat yang didapatkan.

Maraknya berbagai jenis makanan anak saat ini, secara tidak langsung mempengaruhi penjualan arbanat. Saat ini sangat sulit ditemui penjual arbanat di Malang. 

Bagaimana di daerahmu? (dwq)

 

PILIHAN EDITOR

 

 

(AR/AR)
  1. Jawa Timur
  2. Malang
  3. Ragam Kuliner Nusantara
KOMENTAR ANDA