1. OTONOMI
  2. ORBIT

Modal Nekat, Dua Sekawan Bawa Produk Kayu Sleman Sampai Malaysia

Meski awalnya ragu, namun karena keinginan yang besar, mereka nekat mendirikan brand Doclassworks.

Pendiri Doclassworks (Qlapa.com) ©2017 Otonomi.co.id
Reporter : Dian Rosalina | Selasa, 14 Februari 2017 09:05

Otonomi.co.id - Kayu khas Indonesia terkenal memiliki kualitas yang baik untuk dijadikan perabotan rumah tangga atau sekadar pajangan. Sifatnya yang kuat dan tahan lama, membuat produk kayu menjadi peluang yang bagus untuk dijadikan bisnis.

Karena alasan inilah dua sekawan, Franky Goestaman dan Rayi Christian Wicaksono memproduksi sebuah produk kayu handmade yang bahan baku kayu dari Sleman. Bisnis yang didirikan oleh keduanya bermula dari pertemuan mereka kembali setelah sekian lama tidak bertemu selepas SMA.

Franky yang merasa jenuh dengan pekerjaan kantorannya saat itu memutuskan untuk mencari peluang baru dan membuat usahanya sendiri. Setelah Rayi menghubunginya, mereka pun terlibat percakapan panjang, hingga akhirnya keduanya menemukan satu kesamaan, yakni menyukai produk kayu unik.

"Menurut kami, kayu dan bambu merupakan unsur alam yang secara natural paling menarik perhatian. Mempunyai nilai seni dan bisa dijadikan macam-macam produk menarik. Selain itu, kayu dan bambu menawarkan 'rasa' premium dari sebuah benda," kata Franky.

Rayi pun akhirnya mengajak Franky untuk membuat produk yang unik dan menarik tapi tetap bermanfaat bagi banyak orang. Walau sempat ragu pada awalnya karena tidak satu pun dari mereka mengerti wood crafting, namun karena keinginan yang besar, mereka nekat mendirikan brand Doclassworks.

Tak ingin sama dengan produk kayu lainnya, keduanya pun ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Jika umumnya produk kayu identik dengan mebel dan furniture, mereka mencoba membuat produk lain.

"Kami ingin memperlihatkan bahwa kayu itu punya sisi lain di luar perabotan mebel atau furniture, bahwa produk dari kayu itu bisa dibuat untuk produk lain yang jarang dilihat di pasaran," kata dia.

Setelah melihat ide-ide dari luar negeri, Rayi cukup tertarik ingin mengembangkan dock handphone kayu. Akhirnya mereka memutuskan utnuk membuat produk kayu unik lainnya seperti lampu kayu, speaker bambu, flashdisk kayu, dan sebagainya.

Otodidak

Semua yang dilakukan Rayi dan Franky berawal dari dasarnya, karena tidak satu pun dari mereka mengerti bagaimana membuat produk kayu yang bagus. Mereka pun akhirnya memulainya dari mendesain produk, membuat demo, quality test, dan akhirnya menjual sesuatu yang layak.

Namun semua itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. "Kami harus belajar banyak mengenai kayu dan proses pengerjaan kayu yang benar. Jadi kami rajin Googling referensi pengerjaan kayu," ujarnya.

"Di awal kita banyak trial dan error karena semua dikerjakan sendiri. Kalau diestimasi hingga kini kami yakin dengan produk sendiri memakan waktu sekitar 4-5 bulan," terang Franky.

Mereka akhirnya berhasil menciptakan produk pertama mereka, yaitu stand atau dudukan untuk smartphone.

Setelah menjalani bisnis ini sekitar hampir dua tahun, mereka pun dibantu oleh beberapa pengrajin untuk proses produksinya. Namun keduanya masih tetap memegang peranan di brand Doclassworks.

Franky bertugas menangani desain dan produksi, sedangka Rayi yang masih bekerja sebagai web developer hanya menangani web dan juga customer service.

Selanjutnya: Pasar luar negeri >>>>>>

(DR/DR)
NEXT: Pasar luar negeri
  1. Jawa Tengah
  2. Kisah Inspiratif
  3. Sleman
  4. Qlapa.com
KOMENTAR ANDA