1. OTONOMI
  2. ORBIT

Kang Andik Bersepeda Keliling Indonesia Demi Kelestarian Hutan

Hal itu bermula dari banyak kasus penebangan hutan dan perusakan lingkungan di Negeri Kepulauan ini.

Kang Andik (Mongabay/Ayat S Karokaro). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Rabu, 04 Januari 2017 08:02

Otonomi.co.id - Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk membuktikan kepedulian terhadap lingkungan hidup, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menerapkan hidup go green, dan bahkan menjadi aktivis lingkungan. Namun berbeda dengan Raden Andik Jaya Prawira atau yang akrab disapa Kang Adik.

Ya, pensiunan Dinas Kehutanan di Kalimantan Tengah ini justru mengelilingi hampir seluruh Kepulauan di Indonesia menggunakan sepeda. Apa yang dilakukan Kang Andik sejak dua tahun terakhir bukanlah tanpa alasan.

Bermula dari banyak kasus penebangan hutan dan perusakan lingkungan di Negeri Kepulauan ini membuatnya tergerak menyerukan pelestarian lingkungan. Sehingga sudah ribuan kilometer kakek 73 tahun ini keliling menggunakan sepeda yang sudah berulang kali ganti peralatan, baik ban menipis, kain rem, dan rantai serta gigi rantai mulai haus.

Pada 16 Desember 2016 lalu, Kang Andik tiba di kilometer nol Indonesia, yakni di Aceh. Setelah itu, dia melanjutkan perjalanan pada Jumat siang pekan lalu, dia tiba di Kota Medan, Sumatera Utara. Meski usia sudah senja, sang kakek tetap nyentrik dengan baret hijau dan kacamata hitam.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Kang Andik tiba di Jalan Tritura Medan. Di sana ada ratusan alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA), menyambut sang legenda dengan penuh bangga.

Begitu tiba, sang kakek langsung disambut sebotol air putih untuk melepas dahaga karena telah menempuh perjalanan jauh. Dia terus menebar senyum.

Kang Andik di Medan
© 2017 otonomi.co.id/Mongabay/Ayat S Karokaro

Di sepeda, terlihat tas hitam terikat dibesi, berisi keperluan sepanjang perjalanan. Bendera merah putih dipasang bagian belakang sepeda, terus berkibar sepanjang perjalanan keliling Indonesia. Tampak satu kain berwarna hijau bertuliskan ajakan menjaga hutan dan lingkungan, dipasang dekat bendera kebangsaan negeri ini.

Cerita Perjalanan

Saat itu Kang Andik mengatakan memulai perjalanan keliling Indonesia dengan sepeda sejak 16 September 2014. Bermulai dari Banten dan menjalani dua tahun tiga bulan, melintasi Jawa-Bali 271 hari dengan jarak tempuh 6.000 kilometer (km). Setelah itu lanjut menuju ke NTB-NTT selama 105 hari, dengan 29 kabupaten atau kota tersinggahi dalam jarak tempuh 7.900 km, terdiri dari 4.500 km darat dan 3.400 km laut.

Dikutip dari Mongabay.co.id, Rabu 4 Januari 2017, untuk menyempurnakan kunjungan ke kawasan timur, Andik juga menyempatkan diri masuk ke negara tetangga seperti, Timor Leste, melalui Motoain sampai ke Balibo.

Setelah itu, dia kembali menggowes sepeda untuk kampanye pelestarian hutan dan lingkungan ke lintas Sulawesi, menghabiskan waktu 135 hari dengan 77 kabupaten atau kota dalam jarak tempuh 9.800 kilometer darat. Di Maluku, dia mengunjungi empat kabupaten/kota. Sedangkan di Papua dan Papua Barat, Kang Andik mengunjungi 13 kabupaten/kota.

Tak berhenti di situ, Kang Andik melanjutkan perjalanan ke lintas Kalimantan, mulai dari Kalimantan Utara hingga Barat, melewati semua kota dan kabupaten, kecuali Kabupaten Sukamara di Kalimantan Tengah. Semua provinsi di Kalimantan dilewati dengan jarak tempuh 6.800 km.

Kang Andik
© 2017 otonomi.co.id/pontianakpost.com

Selanjutnya di Kepulauan Riau (Kepri), dia mengunjungi Batam, Tanjung Balai Karimun, dan Tanjung Pinang. Dari Kepri Andik menuju ke Aceh, di sini 23 kabupaten/kota telah dikunjungi.

Terakhir, pada 16 Desember 2016, Kang Andik berhasil tiba di kilometer nol sebagai titik keempat Indonesia, yaitu Sabang-Merauke, Miangas-Rote.

Apakah perjalanan itu sudah cukup? Ternyata belum. Kang Andik akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah lain di Indonesia yang belum didatangi, seperti Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. Lalu kembali ke titik awal dan akhir perjalanan yaitu, Banten.

Dari perjalanan itu, katanya, banyak sekali melihat kerusakan hutan baik pembakaran liar, hutan jadi kebun sawit sampai pertambangan, dan sisa pertambangan. Hal itu dapat dilihat di Kalimantan.

Tak hanya itu, dia juga bertemu dengan gubernur, bupati, dan anggota DPRD provinsi serta kabupaten kota yang dilalui untuk mendesak komitmen menjaga hutan agar tidak terus dirusak. (dwq)

 

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Banten
  2. Ragam
KOMENTAR ANDA