1. OTONOMI
  2. ORBIT

Bisnis Tali Sepatu, Pria Asal Bandung Raup Omzet Rp80 Juta per Bulan

Budi mengatakan untuk memulai bisnisnya tersebut ia hanya bermodalkan kurang dari Rp10 juta saja. Itu untuk produksi tali, packing, dan promosi.

Pemilik Mr. Shoelaces, Budi Nurcahyo (Qlapa.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Jum'at, 19 Mei 2017 16:50

Otonomi.co.id - Tali sepatu biasanya digunakan hanya untuk pelengkap aksesoris. Tak banyak orang yang meliriknya menjadi sebuah bisnis menjanjikan. Namun siapa sangka di tangan pria asal Bandung ini, tali sepatu bisa memberikan omzet hingga puluhan juta per bulan.

Adalah brand Mr. Shoelaces buatan Budi Nurcahyo yang sedang mencuri perhatian para pecinta sepatu di Indonesia. Budi bercerita awalnya ia berjualan sepatu pada tahun 2015 di Bandung. Awal membuat tali sepatu lilin dan kulit ini adalah permintaan khusus konsumen. Dari situ baru muncul ide untuk (secara khusus membuat) tali kulit dan lilinnya.

"Awalnya baru beberapa warna seperti hitam dan coklat. Lama kelamaan karena banyak permintaan sampai saat ini sudah ada 132 sku untuk jenis tali lilin dan kulitnya," kata Budi.

Pembuatan tali sepatu Mr. Shoelaces
© 2017 Qlapa.com/Qlapa.com

 

Bersama dengan adiknya, ia mencoba merintis bisnis tali sepatu dan sedangkan sang adik berjualan sepatu. Budi mengaku memang tidak banyak orang yang tertarik untuk berjualan tali sepatu. Mereka rata-rata memilih sepatu ketimbang talinya. Karena celah inilah, ia pun mencoba peruntungannya.

"Bisa dibilang kami sebagai pelopor tali sepatu lilin dan kulit terlengkap di Indonesia. Ada kompetitor yang juga jual tali sepatu, tapi untuk variasi warna masih kurang lengkap. Sedangkan produk yang kami jual sangat lengkap pilihannya mulai dari warna, ukuran, dan jenisnya. Kami ada tali kulit, tali lilin. Tali lilin sendiri ada yang bulat, oval, yang flat," paparnya.

Budi mengatakan untuk memulai bisnisnya tersebut ia hanya bermodalkan kurang dari Rp10 juta saja. Itu pun untuk produksi tali, packing, promosi dan lain-lain. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata orang-orang pun semakin tertarik dengan tali sepatu buatannya.

Proses packing Mr. Shoelaces
© 2017 Qlapa.com/Qlapa.com

Sebelum menekuni bisnis ini, Budi bekerja di sebuah asuransi swasta selama 5 tahun. Lalu pada 2016, ia pun memutuskan untuk keluar dan fokus pada bisnisnya.

"Kalau sebagai wirausaha, banyak sekali pengalaman baru yang saya dapat. Sangat berbeda dengan ketika saya bekerja swasta dan mendapat gaji setiap bulan.  Kalo wirausaha saya harus berjuang sendiri dan semua ditentukan oleh diri sendiri," kata Budi.

Kini dengan usaha kerasnya, ia bisa mengantongi Rp60-80 juta per bulan. Berbeda dengan brand sepatu miliknya dinamakan Mr. Footwear yang hanya meraup omzet Rp20-35 juta per bulan saja.

Dalam satu bulan, ia bisa menghasilkan tali sepatu sekitar 3000-4000 pasang per bulan. Sedangkan sepatu tidak terlalu banyak sekitar 30 sampai 40 pasang per bulan.

Kini pria yang brandnya menjadi Qlapa Seller of The Month di situs Qlapa.com tengah mencoba sistem konsinyasi di Jakarta dan di Surabaya. Rencananya pada 2017, mereka akan mencoba memasukkan barang ke Yogyakarta, Semarang, Bali, dan merambah ke daerah lainnya.

"Kami ingin membuat store offline di Bandung. Semoga dalam dua tahun ini bisa segera terealisasi," kata dia. (dwq)

Artiket ini bekerjasama dengan Qlapa.com.

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Jawa Barat
  2. Kisah Inspiratif
  3. Bandung
  4. Qlapa.com
KOMENTAR ANDA
OTONOMI DAERAH
TERPOPULER
Nasional