1. OTONOMI
  2. NEWS

Yuk Jelajah Teknologi Irigasi Peninggalan Kerajaan Airlangga

"Kami ingin memacu terbentuknya iklim wisata budaya mengenal lima situs itu."

Candi Jawi (pasuruan-travel.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Jum'at, 19 Mei 2017 16:08

Otonomi.co.id - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggagas jelajah situs petilasan era jaman Kerajaan Airlangga dan Singosari. Acara bernama "Jelajah Teknologi Patirtaan Prabu Airlangga" akan digelar Sabtu, 20 Mei 2017.

Kordinator Kajian Bencana Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (SKBPI) LPPM ITS Amien Widodo mengatakan, para peserta akan diajak menjelajah lima situs yang mengelilingi lereng Gunung Penanggungan. Lokasi tersebut sebagian berada di Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan.

’’Ini merupakan salah satu bentuk pengembangan industri kreatif bidang pariwisata budaya. Tapi kami lebih menekankan teknologi patirtaannya (irigasi) pada situs-situs yang kami singgahi,’’ kata Amien.  

Menurutnya, pengembangan industri kreatif bidang pariwisata harus didukung banyak pihak. Sehingga perkembangannya cepat dan bermanfaat bagi semua elemen masyarakat.

"’Provinsi Jawa Timur punya banyak jenis wisata yang menarik. Banyak tempat di sini yang sudah menjadi tujuan wisata dalam negeri maupun luar negeri. Tapi perlu kemasan yang lebih baik lagi,’’ ujarnya.

Jelajah situs akan dimulai dari Candi Jawi, yang terletak di antara kaki Gunung Penanggungan dan kaki Gunung Welirang. Tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Teknologi patirtaan yang bisa dikaji di candi ini adalah parit atau kolam yang mengelilingi candi Jawi. Parit itu memiliki kemampuan menyalurkan air untuk areal persawahan di sekitarnya. ‘

"Jadi jelajah situs ini lebih menitikberatkan pada teknologi di masa itu,’’ kata Amien dikutip dari nttterkini.com, Jumat, 19 Mei 2017.

Selanjutnya peserta jelajah situs nanti akan dibawa ke Prasasti Cunggrang. Prasasti Cunggrang ini dibuat oleh Mpu Sendok, sang Pendiri Wangsa Isyana Kerajaan Medang (Mataram Kuno) pada tanggal 18 September tahun 851 Saka atau 929 Masehi.

Prasasti tersebut dibangun sebagai bentuk terima kasih kepada penduduk Dusun Cunggrang (sekarang disebut dengan Dusun Sukci) yang telah bergotong-royong merawat pertapaan, prasada, dan pancuran air di Gunung Penanggungan yang saat itu disebut dengan Pawitra.

Lalu, peserta akan diajak ke Candi Sumber Tetek atau Petirtaan Belahan, juga dikenal dengan Candi Belahan. Sebuah pemandian bersejarah dari abad ke-11, pada masa kerajaan Airlangga. Petirtaan Belahan terletak di sisi timur gunung Penanggungan, tepatnya di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Pemandian berbentuk kolam persegi empat yang mendapat pasokan air dari sebuah sungai kecil. Teknologi yang bisa dikaji disini adalah bagaiman di masa Airlangga membendung air, untuk pengairan sawah di bawahnya.

Peserta juga akan dibawa ke Candi Jedong dan berakhir di Candi Jolotundo yang terletak di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Candi Jolotundo ini dibangun pada masa kerajaan Airlangga.

Menurut Amien, selama menjelajah lima situs itu,  panitia akan mengundang secara khusus pengamat sejarah Dwi Cahyono, yang juga pendiri Museum Malang Tempo Doeloe. "Pak Dwi nantinya banyak menjelaskan tentang lima situs itu dari sisi sejarah,’’ katanya.

Penjelajahan itu akan memakan waktu sehari penuh. Para peserta tidak dipungut biaya, namun mereka membawa kendaraan sendiri-sendiri karena panitia tidak menyediakan transportasi khusus.

‘’Mungkin nanti ada paket wisata menjelajah lima situs ini. Nah, itu melibatkan swasta atau biro perjalanan wisata. Kami di sini hanya ingin memacu terbentuknya iklim wisata budaya mengenal lima situs itu. Kedepannya, biar masyarakat yang mengembangkannya,’’ katanya.

Bagi para peserta yang ingin bergabung, Amien menambahkan, silakan hadir pukul 07.30 di Candi Jawi di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. (ita)

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Jawa Timur
  2. Surabaya
  3. Kabupaten Mojokerto
  4. Kabupaten Pasuruan
  5. Wisata
  6. Wisata Sejarah
KOMENTAR ANDA