1. OTONOMI
  2. NEWS

Lukisan Langka Seharga Rp18 M Dipajang di Galeri Nasional

Panitia yang memajang lukisan tersebut bahkan sampai harus menyiapkan tempat khusus untuk menampilkan lukisan itu.

Lukisan Pribite Nevesti karya Konstantin Egorovick Makowsky (setpres). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Jum'at, 11 Agustus 2017 16:31

Otonomi.co.id - Presiden Soekarno dikenal sangat menyukai karya seni seperti lukisan. Tak heran di semua bagian Istana Kepresidenan Indonesia terdapat banyak koleksi lukisan dari para pelukis ternama dunia, salah satunya berasal dari Rusia.

Beruntungnya, dua dari tiga lukisan langka karya seniman Rusia, Konstantin Egorovick Makowsky dipajang di Istana Kepresidenan dan kini dipamerkan dalam event Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan RI, Senandung Ibu Pertiwi dai Galeri Nasional, Jakarta.

Panitia yang memajang lukisan tersebut bahkan sampai harus menyiapkan tempat khusus untuk menampilkan lukisan tersebut karena saking tua umurnya yakni 125 tahun. Mereka menambahkan bentuk proyeksi LED sesuai dengan ukuran asli dan mencegahnya dari kerusakan.

"Usia lukisan Makovsky hampir sama dengan Raden Saleh. Ukuran lukisannya juga sangat besar jadi kami kesulitan memindahkannya karena tidak ada kendaraan dengan volume yang cocok. Ditambah lagi ukuran pintu di Galeri Nasional terlalu kecil bagi lukisan ini," ujar Ketua Kurator Pameran Asikin Hasan dilansir dari Fajar.co.id, Jumat 11 Agustus 2017.

Asikin mengatakan bahwa lukisan yang sebelumnya terpasang di Istana Bogor ini bernilai lebih dari Rp18 miliar. Jadi, tidak heran para kurator dari Galeri Nasional sangat berhati-hati saat memindahkannya ke ruang pameran.

Lukisan Pribite Nevesti ini menggambarkan kemeriahan pernikahan adat Rusia. Dalam lukisan tersebut terlihat istimewa saat lampu ruang kerja kepresidenan dipadamkan.

Ilusi pijaran cahaya akan muncul dari ilustrasi lampu pada lukisan yang merupakan efek 3 dimensi yang dibuat secara cerdas. Lukisan monumental ‘Perkawinan Adat Rusia’ jadi satu dari dua karya pelukis terkenal abad ke-19 yang berhasil dikoleksi Soekarno.

Di masanya, Bung Karno memang dikenal sebagai kolektor utama Tanah Air. Dia dekat dengan seniman-seniman lokal dan juga mancanegara. Termasuk dengan Makovsky.

"Bung Karno melobinya dan berhasil, sehingga dia diberikan secara cuma-cuma sebagai hadiah. Ketahuan bagaimana upaya lobi Bung Karno untuk memiliki lukisan tersebut," ujar Asikin.

Sementara itu, pameran lukisan Senandung Ibu Pertiwi menampilkan 48 lukisan dari 41 pelukis yang diciptakan antara abad 19 dan 20 karya pelukis-pelukis ternama seperti Basoeki Abdullah, Raden Saleh, Wakidi, Lee Man Fong, Rudolf Bonet, dan Itji Tarmizi, A.D Pirous, dan Alimin Tamin.

Dari 48 lukisan itu, dibagi menjadi beberapa tema kecil, yakni Keragaman Alam (12 lukisan), Dinamika Keseharian (11 lukisan), Tradisi dan Identitas (15 lukisan), dan Mitologi dan Religi (10 lukisan). (poy)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Hari Kemerdekaan RI
  2. Ragam Indonesia
  3. Kemerdekaan Indonesia
  4. HUT ke-72 RI
KOMENTAR ANDA