1. OTONOMI
  2. NEWS

Tim Arkeolog Temukan Cagar Budaya Baru di Pangandaran

Penemuan itu menambah kekayaan benda cagar budaya di Pangandaran.

Dolmen di Pangandaran (fokusjabar.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Jum'at, 11 Agustus 2017 18:51

Otonomi.co.id - Tim Arkeologi Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran menemukan benda cagar budaya baru di sekitar Situs Percandian Batukalde, Cagaralam, Desa Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat. Benda bersejarah itu diduga kuat sebuah dolmen berbentuk persegi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Aceng Hasim mengatakan, tempat ditemukan dolmen itu berjarak 1.200 meter di selatan Kompleks Percandian dan berada pada ketinggan 400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dilansir dari fokusjabar.com, Jumat, 11 Agustus 2017, dolmen yang baru ditemukan itu terbuat dari batuan andesit, batu yang biasa digunakan untuk membangun candi. Ukurannya, panjang 60 centimeter (cm) dan lebar 16 cm.

Menurut kepercayaan masyarakat zaman dulu, Aceng menjelaskan, dolmen berguna sebagai tempat berdiam roh atau tempat sesaji saat upacara. Biasanya diletakkan di tempat-tempat yang dianggap keramat.

“Dolmen dalam tradisi Hindu dan Budha digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara yang ada hubungannya dengan pemujaan kepada roh leluhur. Selain itu, dolmen pada masa lalu biasanya dipakai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan,” kata Aceng.

Aceng menambahkan, di bawah dolmen juga biasanya dipakai untuk meletakkan mayat. Tujuannya, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas, maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

“Hal ini menunjukkan, masyarakat pada masa Hindu dan Budha meyakini adanya sebuah hubungan antara orang meninggal dengan yang masih hidup. Mereka percaya apabila terjadi hubungan yang baik akan menghasilkan keharmonisan dan keselarasan bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

Aceng mengatakan, dolmen itu menambah kekayaan benda cagar budaya. Di Pangandaran sendiri, peninggalan cagar budaya lengkap, mulai dari prasejarah, masa klasik, masa penjajahan, hingga masa Islam.

"Peninggalan itu terdapat di Goa Sutrareregan (Desa Selasari Kecamatan Parigi), masa klasik seperti Kompleks Percandian Batu Kalde (Cagaralam, Desa Pananjung), masa penjajahan (bangunan berarsitektut kolonial di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang), dan tinggalan masa islam seperti makam Dalem Sembah Agung (Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang),” terangnya. (ita) 

 

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Jawa Barat
  2. Kabupaten Pangandaran
  3. Cagar Budaya
KOMENTAR ANDA