1. OTONOMI
  2. NEWS

Wujudkan Cita-cita, Veteran Yogyakarta Kelola Sekolah Nasional

Sekolah-sekolah itu merupakan monumen bagi veteran.

Veteran Yogyakarta Djoko Sardjono (krjogja.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Sabtu, 12 Agustus 2017 18:07

Otonomi.co.id - Djoko Sardjono adalah veteran asal Yogyakarta (DIY). Ia terjun ke medan perang saat berusia 19 tahun, ketika proses integrasi Timor Timur ke Indonesia. Meski usia tidak lagi muda, ia tetap berjuang dengan cara modern.  

Djoko bersama veteran lainnya di Yogyakarta mengelola beberapa sekolah dan yayasan. Diantaranya SMP dan SMK Nasional Yogyakarta, dan bimbingan Tunas Harapan serta Penitipan Anak Bangsa. Hal itu ia lakukan untuk merangkul generasi muda dan menanamkan nilai kebangsaan.

“Sekolah-sekolah itu sebagai monumen veteran. Artinya monumental perjuangan pendahulu kita. Kami ingin generasi muda paham bahwa veteran juga berperan untuk mencerdaskan bangsa, bukan hanya sampai memerdekakan saja. Kami ingin perjuangan kami abadi sampai akhir hayat,” jelasnya dukutip dari krjogja.com, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Dengan semangat, Djoko menyampaikan misi para veteran mengelola sekolah. Misinya adalah anak-anak di Bantul dan sekitarnya minimal bisa lulus SMA dan SMK sederajat. Ia pun tidak memungut biaya gedung dan SPP. Namun, ada beberapa kegiatan untuk pengembangan siswa yang perlu melibatkan orang tua murid.

“Jurusan yang ada di SMK Nasional Bantul itu ada pekerja sosial dan usaha jasa pariwisata. Jurusan pekerja sosial nanti arahnya pada pengurus di panti jompo dan penitipan anak. Sementara jurusan pariwisata ke tiketing, pemandu wisata, dan hal-hal tentang kepariwisataan,” jelasnya.

Tidak hanya sampai situ, veteran yang berusia lebih dari kepala enam itu menggagas ekstrakulikuler (ekskul) menarik, bahkan tidak ada di sekolah mana pun. Dalam era digital, ia menilai anak-anak didiknya harus mengikuti zaman.  

“Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan ekskul digital marketing di sekolah. Kami tidak mau ketinggalan dengan anak cucu ,” kata dia semangat.

Untuk mewujudkannya, ia merangkul anak dan cucu dari para veteran yang menguasai IT. Nantinya, mereka akan memberi pembinaan tentang digital marketing kepada siswa dan siswi SMP serta SMK Nasional.

Dalam ekskul tersebut, mereka juga akan membuat konten tentang kebangsaan, tentang para pahlawan, dan veteran. Sehingga, rasa cinta generasi muda terhadap Indonesia semakin berkembang.

“Anak-anak itu tidak kami undang, mereka berpartisipasi sendiri. Mereka tertarik bergabung dalam program itu karena resah dengan maraknya isu khilafah di Indonesia belakangan ini,” tuturnya.

Dengan itu, Djoko berharap hal itu bisa mewujudkan cita-cita veteran. Satu yang terus dicita-citakan veteran hingga akhir hayat adalah untuk terus mengabdi pada Indonesia. Salah satunya dengan merangkul generasi muda melalui program kontennya, agar generasi muda paham tentang arti pentingnya kebangsaan dan Pancasila bagi Indonesia. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Kabupaten Bantul
  2. Daerah Istimewa Yogyakarta
KOMENTAR ANDA