1. OTONOMI
  2. NEWS

Tak Perlu Lagi Antre di Apotek, Pemkab Banyuwangi Luncurkan Gancang Aron

Gancang Aron merupakan salah satu program terbaru Pemkab Banyuwangi untuk memudahkan pengambilan obat yang diresepkan oleh rumah sakit.

Ilustrasi obat-obatan (pixabay). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Kamis, 14 September 2017 20:02

Otonomi.co.id - Selama ini, warga yang sakit harus menunggu lama untuk mengambil obat yang telah diresepkan. Namun kini, para warga tak perlu lagi bersusah payah mengantre untuk mengambil obat di apotek sebab Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah meluncurkan 'Gancang Aron'.

Gancang Aron merupakan salah satu program terbaru Pemkab Banyuwangi untuk memudahkan pengambilan obat yang diresepkan oleh rumah sakit. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, setiap orang yang selesai mendapat layanan medis di rumah sakit itu bisa langsung pulang ke rumah masing-masing setelah menyerahkan resep obat ke apotek.

"Saya sering lihat ada pasien yang setelah berobat harus antre menunggu obat dari apotek. Kan kasihan sudah sakit masih harus menunggu. Dengan program ini mereka tak perlu lagi mengantre langsung beristirahat di rumah. Obat akan diantar setelah selesai disiapkan apoteker. Biaya pengantaran gratis," kata Anas dikutip dari Korpri.id, Kamis 14 September 2017.

Anas menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir layanan tersebut telah diuji coba. Namun ia masih mengharapkan masukan dari para pasien maupun apoteker untuk penyempurnaan program tersebut.

Jika masukan sudah diperoleh, Pemkab Banyuwangi akan membuat peraturan yang disesuaikan dengan program tersebut. Tujuannya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pasien. Di masa datang program ini akan mengaplikasikan layanan platform digital milik perusahaan ojek online terkemuka.

Sekarang ini, rumah sakit yang baru menerapkan program Gancang Aron adalah Rumah Sakit Umum Blambangan. Tetapi, ke depannya, jika sudah sempurna maka Bupati berencana mengembangkannya ke rumah sakit lain seperti Rumah Sakit Umum Daerah Genteng dan puskesmas yang ada di kabupaten tersebut.

Direktur Rumah Sakit Blambangan Taufik Hidayat mengatakan, program itu akan melibatkan 13 apoteker yang ada di rumah sakit tersebut. Mereka akan dilengkapi enam sepeda motor operasional. Di masa percobaan ini jangkauan layanan untuk sementara hanya di wilayah sekitar Kota Banyuwangi.

Wilayah itu adalah 18 kelurahan di Kota Banyuwangi ditambah Desa Tamansari Krajan, Licin Krajan, Banjarsari Krajan, Grogol Krajan, dan desa Pakistaji di Kecamatan Kabat.

Selain program Gancang Aron, Rumah Sakit Blambangan juga memiliki program Kartu Gandrung (Gerakan Asuhan Nyata pada Pasien Disabilitas, Risiko Tinggi Penyakit Berat, Usia Lanjut, dan Gravida/wanita hamil). Pemegang kartu ini langsung mendapatkan pelayanan tanpa antre karena disediakan loket khusus di rumah sakit itu. (poy)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Jawa Timur
  2. Kabupaten Banyuwangi
  3. NEWS
KOMENTAR ANDA
OTONOMI DAERAH
TERPOPULER
Nasional