1. OTONOMI
  2. NEWS

Singapura Bidik Tiga Daerah Ini untuk Lahan Investasi

Singapura sendiri merupakan investor yang terbesar tahun 2016 dengan nilai investasi mencapai US$9,2 miliar.

Batam (travelogee.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 11 Agustus 2017 18:31

Otonomi.co.id - Pemerintah Singapura akan menjadikan kawasan Batam, Intan dan Karimun sebagai target investasi.

Rencana tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean kepada Presiden Joko Widodo, saat melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Rencana investasi tersebut juga dibenarkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM. Fachir yang ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan.

Fachir mengatakan, ada beberapa hal yang jadi pembahasan pertemuan Presiden Jokowi dengan Wakil PM Singapura. Pembahasan tersebut antara lain terkait kemajuan kerja sama terutama setelah annual leaders meeting pada November 2016 di Kendal, Semarang, Jawa Tengah.

Saat ini lanjut dia sudah ada 30 perusahaan Singapura yang berdiri di Semarang dan menyerap 1.700 tenaga kerja. Bahkan, masih ada 41 perusahaan asal negeri Singa Putih tersebut yang masih dalam tahap proses.

Singapura sendiri, lanjut dia merupakan investor yang terbesar tahun 2016 dengan nilai investasi mencapai US$9,2 miliar.

“Kalau 41 perusahaan ini kemudian beroperasi akan menyerap sekitar 4 ribuan (pekerja),” ujar Fachir dikutip dari setkab.go.id Jumat 11 Agustus 2017.

Wamenlu mengatakan rencana investasi di tiga daerah tersebut cukup banyak. Ia menyebutkan investasi tersebut nantinya bersifat membantu Singapura seperti pembangunan pelabuhan yang lebih banyak. Selain itu, juga ada industri manufacturing di Batam dan Bintan.

“Kita sudah secara khusus tadi Deputi PM menyebut bahwa Batam, Bintan, dan Karimun adalah menjadi juga target dari investasi Singapura. Dan oleh karena itu, kita Indonesia akan melakukan langkah-langkah untuk memfasilitasi kemudahan-kemudahan di sana,” terang Fachir.

Kemudian, Wamenlu menyebut di Batam, menyangkut masalah coding dimana start up anak-anak muda itu berinteraksi dengan perusahaan-perusahaan besar, bagaimana mereka kemudian mengembangkan diri.

Selain itu juga akan ada Interface Dialog antara kedua negara yakni menyelenggarakan dilaog lintas agama yang melibatkan semua pemimpin-pemimpin agama.

Seperti diketahui, selain untuk membahas investasi, kedatangan Pemerintah Singapura denga Presiden Joko Widodo ini juga memiliki agenda lain.

Agenda tersebut yakni terkait dengan 52 tahun kemerdekaan Singapura dan dalam rangka 50 tahun hubungan kedua negara. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RR/RR)
  1. Ragam
  2. Investasi Daerah
  3. NEWS
KOMENTAR ANDA