1. OTONOMI
  2. NEWS

Program Home Care Makassar Jadi Inspirasi Kota-kota di Indonesia

Inovasi ini hanya membutuhkan kurang sepuluh menit untuk diagnosa pasien dan benar-benar gratis.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan 'Danny' Pomanto (Merdeka.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Jum'at, 19 Mei 2017 14:31

Otonomi.co.id - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto kembali menjadi primadona saat tampil sebagai narasumber yang digelar pameran dan simposium Pelayanan Publik Jawa Timur 2017 di Gelora Joko Samudro Gresik, 18 Mei 2017 lalu. Saat itu, dia mempresentasikan inovasi pemerintah Kota Makassar tentang pelayanan kesehatan gratis ke rumah selama 24 jam.

Program itu yakni home care-Dottoro'ta. Selama presentasi, berkali-kali Danny menyengat perhatian audiens dan disambut aplaus meriah.

Begitu pun pada sesi pertanyaan, hampir seluruhnya dialamatkan kepadanya, walau terdapat dua narasumber lainnya yakni Kadis Kesehatan Bangka dan Bupati Probolinggo.

"Ini merupakan terobosan kami orisinal dari Makassar. Pelayanan ini kami angkat saat pertama memimpin tiga tahun lalu, kami me-research kesulitan paling mendasar masyarakat, ternyata kesehatan," ujar Danny yang dikutip dari Merdeka.com, Jumat 19 Mei 2017.

Layanan kesehatan ini, kata Danny, adalah kesulitan paling dirasakan masyarkat terutama bagi warga miskin. Terlebih jika yang sakit adalah ibu, maka seisi rumah akan ikut sakit. Belum lagi jika terlalu banyak antrean dan prosedur menunggu yang harus dilewati pasien hingga penanganan.

Karenanya, inovasi yang hanya membutuhkan kurang sepuluh menit untuk diagnosa pasien ini hadir dan benar-benar gratis. Pasien tidak perlu memiliki kartu jaminan kesehatan apa pun atau identitas lainnya, dan yang penting karena mereka tidak perlu lagi mengantre.

"Intinya kami ingin pasien diobati dulu, mau dia orang Makassar, pendatang, atau tidak memiliki jaminan kesehatan tetap kami layani, dokter kami datang ke rumah dan mendiagnosa," tuturnya.

Inovasi ini juga menggunakan teknologi telemedicine sehingga dokter spesialis bisa tetap melakukan diagnosa baik berdasarkan hasil pemeriksaan EKG untuk penderita jantung dan USG untuk kehamilan atau penyakit dalam. Bahkan jika dokter spesialisnya sedang di luar negeri.

Sementara untuk penyakit ringan, bisa langsung ditangani oleh seorang dokter dan 2 perawat home care dottoro'ta yang mendatangi rumah pasien.

Berkat penjelasan Danny, perwakilan pemerintah kota dan kabupaten terutama kepala dinas kesehatan dari berbagai daerah mengaku sangat tertarik dengan terobosan home care.

Mereka pun ramai-ramai menanyakan tentang bagaimana menjalankan terobosan tersebut dari budget, cara memulainya, hingga hubungannya dengan kebijakan nasional JKN dan BPJS, termasuk dengan bank penyedia server terutama melalui integrasi layanan tersebut dengan smart card (kartu multifungsi) Makassar.

Masing-masing penanya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Batanghari, Parigi Motong, Pekan Baru, Provinsi Aceh Selatan, dan Kalimantan Utara.

"Kami sangat mengapresiasi program Home Care Makassar. Luar biasa sekali Pak, pertanyaan saya bisa tidak program inovasi Bapak ini diduplikasi untuk diterapkan di daerah kami juga," ucap salah satu penanya dari Dinas Kesehatan Pekan Baru, Provinsi Riau, Zaini Rizal Rahim.

Danny pun mengatakan bahwa ini telah menjadi program nasional Telemedica Nusantara sehingga setiap kota bisa mencontohnya. "Saat ini tiap hari Makassar kebanjiran tamu dari luar untuk belajar program-program inovasi kami, silahkan datang ke Makassar." (poy)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Sulawesi Selatan
  2. Makassar
  3. NEWS
KOMENTAR ANDA