1. OTONOMI
  2. NEWS

2.844 Siswa Yatim Piatu Dapat KIP dari Presiden Joko Widodo

Sebanyak 736.848 anak dipastikan akan memperoleh KIP pada tahun ini.

Presiden Joko Widodo Menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (setkab.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Kamis, 26 Januari 2017 16:47

Otonomi.co.id - Presiden Joko Widodo memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 2.844 siswa yatim piatu dari 309 sekolahdi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Penyerahan itu dilakukan saat ia menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2017, yang digelar di Jakarta.

Para siswa itu terdiri dari 909 siswa Sekolah Dasar (SD), 992 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 223 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 628 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 2 siswa Siswa Luar Biasa (SLB), dan 90 siswa Kejar Paket. Ada 12 siswa yang secara simbolis menerima penyerahan KIP ini, masing-masing 2 siswa SD, 2 siswa SMP, 2 siswa SMA, 2 siswa SMK, 2 siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan 2 siswa SLB.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan, penyerahan KIP itu merupakan wujud nyata dari arahan Presiden untuk membangun pendidikan yang merata, berkeadilan, dan berkualitas di tahun 2017.

Dilansir dari setkab.go.id, 26 Januari 2017, dari 896.781 siswa yatim piatu, sebanyak 158.933 siswa sudah menerima KIP pada 2016. Sisanya, Puan melanjutkan, sebanyak 736.848 anak dipastikan akan memperoleh KIP pada tahun ini.

Tiga Isu Utama

Pada kesempatan ini, Menko Puan mengemukakan, ada tiga isu utama yang dibahas dalam RNPK, yakni peningkatan pemerataan layanan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan.

"Peningkatan pemerataan layanan pendidikan meliputi optimalisasi pelaksanaan program Indonesia Pintar dan pembangunan pendidikan, serta kebudayaan dari pinggiran," kata Puan.

Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing mencakup implementasi kurikulum 2013, penguatan pendidikan karakter, dan peningkatan daya saing melalui pendidikan kejuruan dan keterampilan, peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidikan serta penguatan sistem penilaian.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 25- 27 Januari 2017 dan dihadiri 1.045 peserta yang berasal dari badan dan organisasi terkait pendidikan dan kebudayaan.

 

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Nasional
  2. Presiden Jokowi
KOMENTAR ANDA