1. OTONOMI
  2. NEWS

PIP Semarang Gandeng Undip dan UGM, Latih Warga Miskin Jadi Pelaut

"Ini program dari Presiden Jokowi untuk memaksimalkan potensi maritim.."

Direktur PIP Semarang, Wisnu Handoko (Beritajateng.bet). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Selasa, 10 Januari 2017 15:51

Otonomi.co.id - Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Gajahmada (UGM) untuk memperkuat pendidikan vokasi. Pendidikan itu digagas oleh Kementerian Perhubungan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu dengan memberikan kompetensi dasar kelautan.

Menurut Direktur PIP Semarang Wisnu Handoko, program pemberdayaan masyarakat untuk pelatihan kompetensi dasar kelautan ini rencananya akan launching pada 12 Januari 2017, dengan target peserta mencapai 6.150 di Jateng untuk ikut dalam program pengembangan masyarakat.

"Ini program dari Presiden Jokowi untuk memaksimalkan potensi maritim, tahun ini ada sekitar 6.150 pemuda dari kalangan tak mampu ikut dalam pelatihan dasar kelautan dengan menggandeng UGM dan Undip," ujar Wisnu yang dikutip dari Beritajateng.net, Selasa 10 Januari 2017.

Pelaksanaan program itu, katanya, diharapkan pemuda yang berasal dari keluarga tidak mampu bisa bekerja sebagai anak buah kapal, seperti kelas yang paling bawah yaitu, kelasi namun memiliki gaji yang lebih tinggi. UGM dan Undip sendiri digandeng untuk melakukan rekrutmen calon peserta pelatihan.

"Dana yang digelontorkan sebesar Rp21 miliar, proses requitmentnya bekerja sama dengan Undip dan UGM," tuturnya.

Syarat untuk ikut pelatihan tersebut yaitu usia mulai 17 tahun dan maksimal 30 tahun dengan pendidikan terakhir tingkat SMP, tidak buta warna, dan sehat jasmani rohani.

Rencananya pelatihan akan dibagi menjadi beberapa gelombang hingga November 2017. Setiap gelombang akan menghabiskan 14 hari pelatihan dasar kelautan.

Pelatihan yang diberikan ada tiga materi yakni basic safety training, security awarness training, advance fire fighting training, advance fire training yang merupakan pelatihan dasar harus dimiliki pekerja kapal tingkat kelasi. Selain itu para peserta training akan mendapatkan fasilitas berupa modul pembelajaran dan asuransi.

"Peserta juga akan dibuatkan sertifikat kelautan sebagai bukti kompetensi yang dimiliki dan ditawarkan kepada perusahaan pelayaran sebagai tenaga kerja," tuturnya.

Usai mendapatkan pengalaman, peserta yang lulus akan diberikan vokasi dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Rencananya pelatihan gelombang pertama akan dimulai pada 16 Januari mendatang. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Jawa Tengah
  2. Semarang
KOMENTAR ANDA