1. OTONOMI
  2. NEWS

Pidato di Oxford, JK Tegaskan Indonesia Negara Demokrasi

"Dasar negara kami adalah Pancasila, yang menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama," ujar Jusuf Kalla

Wapres JK beri kuliah umum di Oxford (merdeka.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 19 Mei 2017 11:45

Otonomi.co.id - Dalam rangka kunjungannya ke Inggris, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla memberikan kuliah umum di salah satu universitas ternama, yakni di Pusat Studi Kajian Agama Islam University of Oxford, Inggris. Kepada hadirin, Wapres kembali menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara Islam.

Meskipun merupakan negara dengan populasi muslim terbesar, kata JK, bukan berarti Indonesia itu negara Islam. "Dasar negara kami adalah Pancasila, yang menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama," kata Jusuf Kalla, dikutip laman merdeka.com Jumat 19 Mei 2017.

Dengan keberagaman budaya, adat-istiadat, dan agama,  Indonesia sangat menjunjung toleransi serta perdamaian lewat simbol Bhinneka Tunggal Ika. Masuknya agama Islam ke Indonesia, imbuh JK, bukan lewat paksaan atau perang melainkan dengan penuh kedamaian.

"Oleh karena itu, Islam di Indonesia berkembang dengan kedamaian, yang pada abad ke-8 dan 9 dibawa oleh imam sufi dan pedagang Arab untuk menyatu dengan kebudayaan dan kearifan lokal di Tanah Air," ujarnya.

Dalam kuliahnya yang digelar Kamis malam, 18 Mei 2017 waktu setempat itu, tampak hadir pelajar Indonesia yang tengah menempuh studi di sana. Selain itu, kuliah umum JK itu juga dihadiri sejumlah pelajar asing yang tertarik mendalami ilmu mengenai agama Islam di Pusat Kajian Islam Oxford atau Oxford Centre for Islamic Studies (OSIC).

Aksi Protes
Sebelum kuliah umum dimulai sendiri terjadi aksi protes dari satu warga asal Indonesia di Inggris. Warga tersebut diketahui bernama Mariella, ia menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi di tanah air belakangan ini yang mendapat sorotan dunia.

Menurut Mariella, kuliah umum yang diberikan oleh Wapres sangat bertentangan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Wakil Presiden Husein Abdullah sendiri menganggap santai aksi tersebut. "Yang demo cuma 3 atau 4 orang, tidak seheboh dengan WA yang disebar ke mana-mana oleh Ibu yang bernama Mariella," ucap Husein. (ita)

PILIHAN EDITOR

 

(RR/RR)
  1. Budaya Indonesia
  2. Nasional
  3. NEWS
KOMENTAR ANDA