1. OTONOMI
  2. NEWS

Perempuan di Banjarbaru Dididik Agar Bisa Perbaiki Ekonomi Keluarga

Ke depannya, pelatihan-pelatihan seperti ini akan diperbanyak.

Pendidikan Kecakapan Hidup di Banjarbaru (istimewa). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Sabtu, 20 Mei 2017 10:52

Otonomi.co.id - Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (BP PAUDNI) dan Pendidikan Masyarakat (PM) Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan TP PKK Kota Banjarbaru mengadakan Pendidikan Kecakapan Hidup bagi perempuan di wilayah Kecamatan Landasan Ulin. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Pendidikan Kecakapan Hidup secara umum ini sebagai wahana pengembangan fitrah manusia, yaitu mengembangkan seluruh potensi peserta didik untuk menghadapi perannya di masa yang akan datang.

Secara umum, pendidikan tersebut merupakan bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema kehidupan, baik sebagai pribadi yang mandiri, maupun sebagai warga negara.

Jika hal itu dapat dicapai, maka faktor ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan yang sudah ada dapat diturunkan, yang berarti produktivitas nasional akan meningkat secara bertahap.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya berkesempatan membuka kegiatan itu.

Menurut dia, melalui pendidikan ini, TP PKK Kota Banjarbaru ingin berbagi ilmu dengan perempuan di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, sehingga ke depannya masyarakat, khususnya kaum perempuan, dapat meningkatkan pedapatan ekonomi bagi keluarganya.

"Jika mencari rezeki yang halal dan berkah, tentunya akan membawa kebahagiaan dan keberkahan kepada kita baik di dunia maupun di akhirat," ujar Ririen.

Sementara itu, Kepala BP PAUDNI dan PM Kalsel Rony Gunarso mengatakan, pihaknya mempunyai tanggung jawab dalam memberikan pendidikan kepada para perempuan. Sehingga, perempuan ke depannya mendapatkan pendidikan yang berkarakter.

"Sebanytak 40 peserta kegiatan akan mendapat pelatihan potong dan perawatan rambut selama 30 hari," kata Rony.

Nantinya, kata dia, para perempuan itu tinggal memanfaatkan peluang ini menjadi suatu yang menjanjikan untuk menambah pendapatan ekonomi di keluarganya. Ke depannya, pelatihan-pelatihan seperti ini akan diperbanyak.

"Saya berharap, semoga pelatihan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Landasan Ulin ini," kata Rony berharap.

Penyerahan hair dryer secara simbolis
© 2017 otonomi.co.id/istimewa



Pada kesempatan itu pula, Rony menyerahkan peralatan hair dryer secara simbolis kepada Ririen yang kemudian diserahkan kepada perwakilan peserta Pendidikan Kecakapan Hidup itu.

(Humas Banjarbaru)

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Kalimantan Selatan
  2. Kota Banjarbaru
KOMENTAR ANDA