1. OTONOMI
  2. NEWS

Di Banten, Pengemis Dapat Pelatihan Tata Boga dan Berdagang

Usai pelatihan, Dinsos akan memberikan bantuan sosial berupa barang, dan perlangkapan warung.

ilustrasi pengemis (erabaru.net). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Jum'at, 19 Mei 2017 16:29

Otonomi.co.id - Dinas Sosial Provinsi Banten memberikan pelatihan keterampilan kepada 10 pengemis di wilayah Kota Serang. Keterampilan yang diberikan berupa keahlian dalam bidang tata boga dan berdagang.

"Saat ini kuota yang kami miliki hanya 10 orang. Mereka akan dilatih selama lima hari untuk belajar membuat sejumlah makanan seperti membuat kue, siomay, bakso, dagang, dan lain-lainnya," kata Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten Sudarto.

Dia menjelaskan, pelatihan tersebut digelar sebagai salah satu bentuk upaya Pemprov Banten untuk menekan angka pengemis yang ada di sekitar wilayah provinsi. Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari para instruktur yang memahami usaha dagang hingga pembuatan kue.

Pelatihan untuk pengemis
© 2017 otonomi.co.id/bantenprov.go.id

Dilansir dari bantenprov.go.id, Jumat 19 Mei 2017, usai pelatihan, Dinsos akan memberikan bantuan sosial berupa barang, dan perlangkapan warung. Barang-barang tersebut disesuaikan dengan kebutuham dagang.

"Kunci keberhasilan mereka ini karena kemauan dan niat mereka. Kita juga tidak sembarangan memberi bantuan sosial. Dari sekian ribuan, mereka yang beruntung, jadi harus benar-benar dimanfaatkan," ujarnya berpesan.

Dikatakan Sudarto, jumlah pengemis di Provinsi Banten mencapai 2.674 orang. Berdasarkan keterangan Dinsos Provinsi Banten, jumlah tersebut hasil pendataan di delapan kabupaten dan kota yang ada.  

"Semoga dengan pelatihan ini, peserta tidak lagi kembali mengemis dan memiliki semangat untuk hidup mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Penyalahgunaan Napza dan Korban Perdagangan Orang, Asep menambahkan, pelatihan keterampilan bagi pengemis tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kerja, menciptakan aktivitas yang produktif, meningkatkan kemampuan untuk mengelola usaha, dan dapat berusaha secara mandiri serta tercapainya pemulihan kembali harga diri.

"Jadi, melalui pelatihan keterampilan itu, peserta dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan, baik jasmani, rohani, maupun sosial secara memadai dan wajar. Pada akhirnya, melalui proses bimbingan dan motivasi, usaha dapat mewujud pengiatan kemandirian bagi mereka," ujarnya. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Banten
  2. Serang
  3. Provinsi Banten
KOMENTAR ANDA