1. OTONOMI
  2. NEWS

Apresiasi Guru Ngaji, Pemkab Penanjam Paser Utara Gelontorkan Rp4,4 M

Ia mengatakan uang penghargaan tersebut bukanlah insentif biasa, melainkan hanya diberikan sekali untuk satu tahun.

Ilustrasi mengaji (pixabay). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Dian Rosalina | Rabu, 13 September 2017 19:35

Otonomi.co.id - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyalukan dana sebesar Rp4,4 miliar untuk uang penghargaan kepada para guru mengaji. Setiap guru di kabupaten tersebut akan mendapat uang tambahan sebesar Rp3 juta per tahun sebagai apresiasi terhadap kinerja mereka mengajar ilmu agama.

"Guru ngaji yang berhak atas penghargaan tersebut adalah mereka yang mengajar secara tradisional di rumah dan mushala maupun yang mengajar di TK-TPA Alquran," jelas Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Pendidikan dan Keagamaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU Rahmadi, dikutip dari Infopublik.id, Rabu 13 September 2017.

Ia mengatakan uang penghargaan tersebut bukanlah insentif biasa, melainkan hanya diberikan sekali untuk satu tahun. Jadi bukan uang yang diterima setiap bulan.

“Jadi beda dengan insentif. Itu (uang penghargaan) untuk guru ngaji yang terdaftar. Yang belum terdaftar tapi mengajar ada sekira 50-an orang. Mereka belum terakomodasi untuk dana penghargaan dari pemkab,” kata dia.

Khusus guru ngaji yang mengajar di TK-TPA, dia menyebut, 1.320 ustadz dan ustadzah yang terdaftar di Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) PPU. Mereka tersebar di 500 TK-TPA dengan jumlah santri sebanyak 13 ribu orang.

Terbanyak di Kecamatan Penajam dengan jumlah sekitar 525 orang. Lalu Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Babulu, masing-masing 250-an orang. Sedangkan di Kecamatan Waru kurang lebih 150 orang.

“Kalau guru ngaji tradisional sekitar 210 orang. Ada yang menetap di rumah, ada yang mengajar di musala malam hari. Kalau di TK-TPA kan mengajar sore hari. Dari pukul 14.00–17.00 WITA,” kata dia.

Meski begitu, jumlah uang penghargaan tersebut diakuinya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada 2016 lalu, guru ngaji PPU mendapat uang penghargaan sebanyak Rp4 juta selama satu tahun. Akan tetapi, jumlah guru ngaji yang ada di PPU justru bertambah. Yang pada 2016 hanya 1.196 bertambah menjadi 1.300 orang pada 2017.

"Untuk uang penghargaan di tahun depan, kemungkinan bisa turun lagi. Menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Tapi, kami upayakan tetap ada, walaupun jumlahnya tidak banyak,” kata Rahmadi. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(DR/DR)
  1. Kalimantan Timur
  2. NEWS
KOMENTAR ANDA