1. OTONOMI
  2. NEWS

Menyebar Kebencian Bisa Berujung Pidana

Jokowi telah memerintahkan Kapolri, Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas penyebar kebencian.

Presiden Jokowi bertemu tokoh lintas agama (setkab.go.id) ©2017 Otonomi.co.id
Reporter : Randi | Rabu, 17 Mei 2017 19:25

Otonomi.co.id - Presiden Joko Widodo akhirnya bereaksi terhadap kegaduhan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Dia bahkan telah berbicara dengan tokoh lintas agama untuk terus berkomitmen menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antar umat, antar kelompok, dan antar golongan.

"Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, terus mempertahankan, dan terus memperkokoh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Para tokoh lintas agama yang hadir itu adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, Sekjen  Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hilmi Faishal Zaini, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Henriette T.H. Lebang, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Suharo, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Uung Sendana, dan Ketua Majelis bidang Hukum dan HAM PP Muhamaddiyah.

Jokowi menegaskan bahwa kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul dijamin oleh konstitusi. Tetapi, kebebasan tersebut harus sesuai dengan koridor hukum, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945, serta berada dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dia juga meminta agar mulai saat ini, gesekan yang terjadi antarkelompok di masyarakat untuk segera dihentikan. "Jangan saling menghujat, memfitnah, dan menjelekkan, karena kita ini adalah saudara," tutur Jokowi dikutip dari setkab.go.id, Rabu 17 Mei 2017.

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta agar di antara elemen bangsa tidak saling menolak satu sama lain. "Jangan kita saling mendemo, habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif itu," ujarnya.

Baca Selanjutnya>>>

(R/R)
NEXT: Tindak Tegas Penyebar Kebencian
  1. Jokowi
  2. Nasional
  3. Presiden Jokowi
  4. Fokus
KOMENTAR ANDA