1. OTONOMI
  2. NEWS

Pembubaran HTI, Menag Tegaskan Pemerintah Tidak Anti Ormas Islam

Ia mengatakan langkah tersebut semata-mata dilakukan pemerintah bukan untuk membubarkan ormas Islam yang melakukan dakwah.

Hizbut Tahrir Indonesia (merdeka.com). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Selasa, 09 Mei 2017 19:30

Otonomi.co.id - Paska Pemerintah memutuskan untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta semua pihak untuk menghormati langkah hukum pemerintah.

Lukman menilai langkah Pemerintah membubarkan HTI akan menempuh jalur Hukum sesuai UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakataan merupakan suatu bukti bahwa Pemerintah tidak sedang bertindak represif. Untuk itu ia mengimbau semua pihak tetap menjamin dan menjaga keselamatan dan keimanan jiwa para anggota HTI.

"Aparat dan masyarakat tak boleh main hakim sendiri. Tindak kekerasan dan perusakan hak milik HTI sama sekali tidak boleh terjadi," ujar Menag Lukman dikutip laman kemenag.go.id Selasa 9 Mei 2017.

Menurutnya, langkah pemerintah melakukan langkah hukum untuk pembubaran HTI bukan berarti pemerintah antiormas kegamaan, terlebih anti ormas Islam.

Baca : Sepak Terjang HTI hingga Dibubarkan

Ia mengatakan, langkah tersebut semata-mata dilakukan pemerintah bukan untuk membubarkan ormas islam yang melakukan dakwah.

"Tetapi hal itu dilakukan sebagai upaya membubarkan ormas yang melakukan gerakan politik untuk mengganti ideologi negara," ujar Lukman.

Kembali ia menegaskan, pernyataan Pemerintah terkait pembubaran HTI yang dibacakan Menkopolhukam Wiranto merupakan suatu langkah untuk mewujudkan sikap politik pemerintah yang tegas.

Ketegasan dalam hal ini menurutnya yakni ingin menjaga Pancasila sebagai dasar negara dari upaya gerakan mendirikan negara Khilafah.

"Mari kita berpikir jernih dan jangan melakukan tindakan kontraproduktif. Biarkan nanti pengadilan yang mengambil keputusan terkait langkah hukum pemerintah dalam pembubaran HTI," ujarnya. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RR/RR)
  1. Menteri Agama
  2. Nasional
  3. Kementerian Agama
  4. NEWS
  5. HTI
KOMENTAR ANDA