1. OTONOMI
  2. NEWS

PDAM Purwakarta Siap Penuhi Kebutuhan Air untuk Industri

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melarang industri menggunakan air bawah tanan. Proyek pipanisasi ini salah satu solusinya.

Pipa PDAM (purwakartakab.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rohimat Nurbaya | Jum'at, 19 Mei 2017 19:58

Otonomi.co.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purwakarta melakukan pipanisasi air sepanjang 40 kilometer. Jalur yang dilakukan pipanisasi mulai dari Waduk Ir H Djuanda di Jatiluhur, hingga Kecamatan Cibatu, perbatasan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.

Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Dadang Saputra mengatakan, proyek pipanisasi di Kabupaten Purwakarta itu digadang-gadang bisa memenuhi kebutuhan air untuk industri di Purwakarta pada 2018. Proses pengerjaan pipanisasi tersebut sedang dikebut.

"Industri akan segera tercover dengan program ini. Kita sudah menetapkan target 34 ribu pemasangan jaringan PDAM, termasuk untuk industri," ucap Dadang dikutip dari laman purwakartakab.go.id.

Dadang menuturkan, PDAM Tirta Dharma menargetkan sebanyak 34 ribu pemasangan jaringan baru. Untuk prioritas, dia menyebut tengah fokus pada pembangunan jaringan di Kecamatan Campaka, Bungursari dan Cibatu.

Kegiatan proyek yang bernilai Rp500 miliar ini dalam rangka memenuhi kebutuhan air untuk industri. Pasalnya, beberapa waktu lalu an Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menetapkan peraturan pelarangan penggunaan air bawah tanah bagi industri.

Selama ini, perusahaan sektor industri di Purwakarta memang menggunakan air bawah tanah dengan cara menggali sumur-sumur artesis.

Kebijakan perusahaan ini berimbas pada kekeringan yang kerap melanda wilayah sekitar perusahaan saat musim kemarau tiba.

“Kami tidak izinkan itu sekarang. Jadi industri, harus menggunakan air dari PDAM Purwakarta. Tentunya masyarakat pun kita harapkan turut juga menggunakan,” kata Dedi.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta disebutkan Dedi, telah mengalokasikan dana sebesar Rp250 miliar untuk kegiatan pipanisasi tersebut.
Dana sisanya yakni sebesar Rp250 Miliar, diperoleh dari bantuan kementerian terkait. Selain untuk pipanisasi, dana tersebut akan digunakan untuk membeli pompa air yang baru senilai Rp33 Miliar.

"Perusahaan air minum punya kita kan agak repot. Jangankan menambah asset, membeli pompa saja tidak bisa. Pompanya sejak Tahun 1980 PDAM Purwakarta berdiri, belum pernah diganti," imbuhnya.

Setelah kegiatan pipanisasi ini rampung, sanksi tegas telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta bagi perusahaan yang tidak menggunakan air dari PDAM Purwakarta.

"Kalau industri masih bandel, kami berikan sanksi tegas," jelasnya.

PILIHAN EDITOR

(RN/RN)
  1. Jawa Barat
  2. Kabupaten Purwakarta
KOMENTAR ANDA