1. OTONOMI
  2. NEWS

Mengenal Kalimantan Timur Lewat Museum Kayu Tuah Himba

Tak hanya keragaman flora, Museum Kayu juga menyimpan seekor budaya muara yang telah diawetkan.

Museum Kayu Tuah Himba, Kalimantan Timur (Indonesiakaya/Riky). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rizki Astuti | Rabu, 11 Januari 2017 11:11

Otonomi.co.id - Museum Kayu terletak di kawasan Waduk Panju Sukarame, Tenggarong, Kalimantan Timur. Museum ini dibangun pada 1990-an dengan menggunakan kayu sebagai bahan dasar.

Berbentuk rumah panggung khas Kalimantan, museum ini memiliki nama lengkap Museum Kayu Tuah Himba. Dua kata terakhir diambil dari semboyan Kota Tenggarong. Tuah Himba Untung Langgong yang berarti menjaga kekayaan hutan dan alam, maka manfaat yang diperoleh akan langgeng (lancar).

Berjarak tiga kilometer (km) dari pusat Kota Tenggarong, Museum Kayu menyimpan jenis-jenis kayu yang tumbuh subur di Pulau Borneo. Kayu-kayu yang menjadi koleksi di museum ini mencapai 220 jenis kayu perdagangan. Di antara kayu-kayu yang menjadi koleksi museum ini adalah kayu ulin, karena hanya tumbuh di Pulau Kalimantan.

220 jenis kayu di museum
© 2017 otonomi.co.id/indonesia kaya/Riky

Dikutip dari Indonesiakaya.com/Riky di ruang yang lain, terdapat koleksi berupa berbagai jenis daun yang tersebar di seluruh Kalimantan Timur. Selain itu, di ruang ini juga ada fosil kayu yang berumur ratusan tahun. Bahkan sudah berubah menjadi batu.

Beda lagi dengan koleksi yang tersimpan di Ruang Ukiran. Di ruang ini, terdapat ukiran-ukiran kayu khas Kalimantan, mulai dari patung khas Dayak Kenyah hingga rumah betang atau rumah panjang khas Dayak berukuran mini.

Buaya di museum
© 2017 otonomi.co.id/indonesia kaya/Riky

Museum Kayu juga punya koleksi lempengan kayu kapur dengan diameter 60 sentimeter. Di alam, pohon ini mampu tumbuh hingga ketinggian mencapai 60 meter. Kayu ini biasa digunakan sebagai fondasi bangunan.

Ruang yang lain dikhususkan untuk menyimpan berbagai kerajinan berbahan dasar rotan. Kerajinan yang menjadi koleksi di ruang ini adalah perabotan rumah, lampu taman, kursi, hingga rotan sebagai bahan dasar pembuat aneka kerajinan tersebut.

Kerangka kepala jenis primata yang menjadi salah satu koleksi fauna di museum kayu Tuah Himba
© 2017 otonomi.co.id/indonesia kaya/Riky

Tak hanya keragaman flora dengan produk yang dihasilkan yang menjadi koleksi museum ini. Museum Kayu juga menyimpan seekor buaya muara yang telah diawetkan. Buaya sepanjang enam meter ini telah menelan dua orang. Buaya itu ada di bagian tengah museum sebagai penanda selamat datang kepada pengunjung.

Tertarik untuk melihatnya? Yuk, datang ke Museum Kayu. Karena di sini Anda akan mendapatkan informasi berharga mengenai alam Kalimantan.

 (ita)

PILIHAN EDITOR

(RA/RA)
  1. Kalimantan Timur
  2. Ragam
  3. Suku Dayak
KOMENTAR ANDA