1. OTONOMI
  2. NEWS

Mengenal Cantrang, Alat Tangkap Ikan yang Dilarang Menteri Susi

Menteri Susi juga mengutarakan alasan kenapa kapal cantrang tidak boleh beroperasi lagi.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti (Instagram @kkpgoid/Joko_siswanto) ©2017 Otonomi.co.id
Reporter : Stella Maris | Jum'at, 04 Agustus 2017 15:31

Otonomi.co.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti melarang penggunaan cantrang untuk menangkap ikan di laut Indonesia. Cantrang dilarang karena pengoperasiannya merusak ekosistem.

"Kita menyetujui bahwa cantrang itu cara beroperasinya itu menggaruk dasar laut. Itu merusak. Sebenarnya banyak yang sudah beralih," kata Menteri Susi seperti dikutip laman Merdeka.

Cantrang © 2017 otonomi.co.id/kkp.go.id

Lebih lanjut, Menteri Susi mengungkapkan bahwa cantrang umumnya bukan digunakan oleh nelayan kecil lagi, tetapi oleh saudagar besar. Tak sedikit para saudagar besar, kata Menteri Susi, yang menggunakan gillnet dan purse seine.

Selain itu, Menteri Susi juga mengutarakan alasan kenapa kapal cantrang tidak boleh beroperasi lagi. "Jaring cantrang Pantura yang enam kilometer saja, sweepingnya itu bisa mencapai 280 hektar," ujarnya.

Purse seine dan Gillnet © 2017 otonomi.co.id/eurocbc.org dan lautanbiru.com

Laman Mongabay.co.id juga menjelaskan bahwa cantrang merupakan alat penangkap ikan kategori pukat tarik, dengan mata jaring yang relatif kecil, yaitu 1,5 inci.

Dengan ukuran tersebut, cantrang tidak selektif terhadap ikan target dan menangkap ikan segala ukuran, termasuk ikan ukuran kecil. Nah dengan terjaringnya ikan kecil, populasi ikan tak dapat berkembang biak.

Selanjutnya>>> Pro dan kontra penggunaan cantrang

 

 

(SM/SM)
NEXT: Awalnya Ramah Lingkungan
  1. Susi Pudjiastuti
  2. KKP
KOMENTAR ANDA