1. OTONOMI
  2. NEWS

Lima Inovasi Ini Antarkan Jabar Raih Anugerah Budhipura yang Ketiga

Lima inovasi berbasis iptek itu adalah budi daya ikan patin, Lele Sangkuriang, Kopi Java Preanger, tanaman indigofera, dan Ayam Sentul.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menerima penghargaan Budhipura (jabarprov.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Jum'at, 11 Agustus 2017 15:20

Otonomi.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima anugerah Budhipura yang ketiga kalinya. Penghargaan itu diraih setelah mengembangkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai sektor.

Anugerah Budhipura adalah cara pemerintah pusat melalui Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenrisetdikti), untuk mengapresiasi pemerintah provinsi dalam penguatan sistem inovasi kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher mengungkapkan, ada lima inovasi yang mengantarkan daerahnya meraih penghargaan tersebut. Lima inovasi berbasis iptek itu adalah budi daya ikan patin, Lele Sangkuriang, Kopi Java Preanger, tanaman indigofera, dan Ayam Sentul. Inovasi tersebut berhasil meningkatkan nilai produksi sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Alhamdulillah kita bisa memenangkan anugerah Budhipura untuk tahun ini. Ini yang ketiga kali berturut-turut dari tahun 2015," kata Aher dikutip dari jabarprov.go.id, Jumat, 11 Agustus 2017.

Dengan bangga, Aher menjelaskan satu per satu inovasi itu. Pertama, inovasi ikan patin dengan teknologi corong melalui prinsip resirkulasi air yang mengakibatkan kandungan oksigen tinggi. Hal itu membuat kepadatan telur ikan makin tinggi.   

Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi larva dari per ruang per tahunnya. Jika dengan cara konvensional menghasilkan hanya 0,9 juta larva, kini bisa mencapai 27 juta larva.

Kemudian ada inovasi pada Kopi Java Preanger. Jenis kopi yang telah berhasil menjadi juara pertama kontes kopi dunia itu, berasal dari empat wilayah, yaitu Bandung, Bandung Barat, Garut dan Ciamis.

Inovasi yang dilakukan adalah sertifikasi bibit unggul. Dengan rekayasa tersebut, bibit yang asalnya berbuah selama tiga tahun, kini bibit unggul bisa berbuah hanya dalam waktu 11-12 bulan.  

Inovasi ketiga budi daya Lele Sangkuriang, dengan teknologi yang menggunakan kunyit dan serum tertentu dicampur pada pakan. Hasilnya, produksi lele bisa lebih meningkat. Asalnya lele hanya bisa dipijahkan dua kali setahun, kini menjadi empat kali setahun.

Selanjutnya, ada tanaman indigofera sebagai pakan ternak. Pakan ini merupakan jenis pakan 'hijau-hijauan' yang baru. Inovasi itu berdampak pada penurunan biaya yang dikeluarkan mencapai 50 persen dari pakan biasa.

Dan yang terakhir, jelas Aher, yakni Ayam Sentul. Ayam tersebut merupakan ayam asli masyarakat Jabar yang disentuh teknologi Great Grand Parents Stock (GGPS), Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock, dan Final Stock.

"Saya berkomitmen, inovasi ini akan diterapkan seluruh petani di Jabar. Penghargaan ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berjasa," katanya.

Dalam anugerah tersebut, Jabar berhasil mengalahkan empat provinsi yang jadi pesaing, yaitu Lampung, Sumatera utara, Sumatera Selatan dan Riau. (poy)

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Jawa Barat
  2. Ahmad Heryawan
KOMENTAR ANDA