1. OTONOMI
  2. NEWS

Jokowi: Budaya "Pasrah Inflasi" Masih Banyak di Daerah

Inflasi rendah akan berdampak pada masyarakat. Jokowi meminta pemda mulai memperhatikan inflasi.

Presiden Joko Widodo (Setkab RI). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Randi | Kamis, 27 Juli 2017 18:06

Otonomi.co.id - Presiden Joko Widodo menyayangkan budaya pasrah pemerintah daerah terhadap inflasi masih ada. Padahal, inflasi tersebut bisa ditekan dengan cara bekerja sebaik mungkin.

Jokowi mengungkap, adanya beberapa daerah yang masih menganggap wajar ketika inflasi menyentuh 8-10 persen. "Tidak bisa diapa-apakan," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis 27 Juli 2017.

Padahal, inflasi negara-negara di Eropa bisa sampai satu sampai dua persen saja. "Kenapa itu bisa terjadi? karena mereka melakukan sesuatu," ujarnya.

Jika inflasi bisa ditekan, lanjut Jokowi, rakyat pasti bisa merasakannya. Karena mereka bisa menjangkau pasar dengan mudah bila pertumbuhan ekonomi lebih tinggi daripada inflasi.

Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga inflasi. Dia menambahkan, percuma jika pertumbuhan naik, tapi inflasi hingga 9 persen. "Rakyat jadi tekor," katanya.

Dulu, kata Presiden Jokowi memberi contoh, bila gaji PNS naik lima persen, harga pasar ikut naik hingga 10 persen. Dalam kasus tersebut, masyarakat tetap tidak merasakan dampak kenaikan gajinya.

"Makanya saya menekankan, agar kepala daerah bisa menekan inflasi di daerahnya," ujar presiden.

PILIHAN EDITOR

(R/R)
  1. Presiden Jokowi
  2. Nasional
  3. Inflasi
KOMENTAR ANDA