1. OTONOMI
  2. NEWS

Jemaah Haji Ditelantarkan Jadi Viral, Ini Tanggapan PPIH

Sebelumnya, beredar informasi yang viral di Facebook mengenai adanya jamaah haji sakit diduga telantar di sekitar Masjid Nabawi.

Jemaah Haji kloter 27 Slamet yang dikabarkan ditelantarkan petugas Haji (kemenag.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 11 Agustus 2017 17:17

Otonomi.co.id - Kabar adanya jemaah haji asal Jember yang ditelantarkan Penyelenggara Haji menjadi viral di media sosial. Jemaah bernama Slamet asal Jember Jawa Timur yang tergabung dalam kloter 27 Embarkasi Surabaya (SUB 27) diduga ditelantarkan di sekitar Masjid Nabawi, Kota Madinah.

Kabar tersebut langsung dibantah oleh Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Anggota Perlindungan Jamaah (Linjam) Sektor 4, Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi mengatakan penelantaran jamaah tersebut sama sekali tidak ada.

Sejak awal, lanjut dia Petugas PPIH sudah memberi perhatian kepada jemaah yang bernama Slamet bin Toryeh tersebut.

"Jadi tidak benar kalau PPIH menelantarkannya," ujar Alpan dikutip dari kemenag.go.id Jumat 11 Agustus 2017.

Alpan menambahkan, dirinyalah yang mengantarkan Slamet ke Masjid Nabawi. Ia mengakui kesehatan Slamet memang kurang optimal.

"Pak Slamet tidak kuat panas, pun tidak kuat dingin. Sehingga tidak kuat kalau dibawa ke dalam Masjid,” lanjutnya.

Alpan menceritakan Slamet ngotot untuk menjalani Arbain di tengah keterbatasan yang dimilikinya. Dia merasa ibadah hajinya kurang afdlal jika tidak menjalani Arbain. Setelah diberi penjelasan, Slamet tidak ngotot lagi dan memilih untuk beribadah di hotel ditemani istrinya yang tampak sabar dan setia menunggu.

Seperti diketahui, Jemaah berusia 70-an tahun ini menderita penyakit stroke sejak 3,5 tahun lalu, sehingga tidak bisa berdiri tegap lagi. Jemaah ini membutuhkan bantuan kursi roda untuk kegiatan ibadah di luar hotel.

"Saya langsung yang beberapa kali antar beliau ke Masjid Nabawi. Tapi Pak Slamet ini kalau di dalam masjid tidak kuat AC, sedangkan di luar masjid tidak kuat panas. Saya selalu tanya beliau mau salat di mana, lalu saya antar," ujar Alpan menjelaskan.

Senada dengan Alpan, Dokter kloter SUB 27 Gini Wuryandari juga membantah ada penelantaran jemaah atas nama Slamet bin Toryeh. Menurutnya penelantaran sama sekali tidak terjadi.

"Dari embarkasi sudah kami fasilitasi dengan kursi roda. Sejak naik bus sampai naik pesawat kami dampingi. Bahkan didudukkan di kelas bisnis bersama istrinya," ujarnya.

Ditemui di kamarnya, Slamet yang saat ini berusia 70an tahun mengakui dirinya tidak tahan panas, pun tidak tahan dingin. Dia pun kini memilih untuk melaksankaan ibadahnya di hotel dan tidak memaksakan diri ke Masjid Nabawi. Dia ditemani istrinya, Juwaria Nino, yang setia mendampingi.

"Badan suka terasa sakit semua," kata Slamet dalam bahasa Madura.

Seperti diketahui, kabar penelantaran ini muncul di media sosial Facebook melalui akun bernama Abu Nancy. Dalam postingannya, ia juga menyertakan foto beserta video Slamet yang tengah berbaring ditemani istrinya.

"Nama Bapak Slamet bin Torye asal jember ( Kloter 27 ) dan beliau menderita Stroke dan sekarang berada di Hotel Al-Mukhtarah Tower.Selama sampai di Medinah baru sekali pergi ke mesjid dan itupun di telantarkan di luar mesjid dan di bawah terik matahari," tulis pemilik akun Abu Nancy.

Postingan tersebut menjadi viral dan telah dibagikan sebanyak lebih dari 4.200 kali. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RR/RR)
  1. Ragam
  2. Ibadah Haji
  3. Viral
  4. NEWS
  5. Haji 2017
KOMENTAR ANDA