1. OTONOMI
  2. NEWS

Ini Mekanisme Bila Pilkada DKI 2017 Berlangsung Dua Putaran

Penentuan Pilkada DKI Jakarta 2017 dilangsungkan satu putaran atau dua putaran ini tergantung pada perolehan suara.

Ilustrasi Penghitungan Suara (Otonomi.co.id/Dwi Narwoko). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rohimat Nurbaya | Kamis, 16 Februari 2017 14:30

Otonomi.co.id - Penetapan hasil perolehan suaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 diumumkan pada 4 Maret 2017. Hasil perolehan suara yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei dan hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini merupakan penghitungan sementara, hanya gambaran saja.

Pada 4 Maret 2016 itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan menentukan Pilkada di Ibu Kota berlangsung satu putaran atau dua putaran. Tetapi dengan catatan tidak ada gugatan hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 ke Mahkamah Konstitusi.

Penentuan Pilkada DKI Jakarta 2017 dilangsungkan satu putaran atau dua putaran ini tergantung pada perolehan suara. Pilkada putaran kedua akan dilakukan apabila tidak ada pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang mendapatkan perolehan suara 50 persen plus 1.

Bila pada 4 Maret itu KPU DKI Jakarta menetapkan Pilkada DKI 2017 digelar dua putaran, maka akan langsung dilakukan sosialisasi.

Pada Pilkada DKI putaran kedua, tidak ada masa kampanye bagi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI. Saat pilkada putaran dua ini hanya ada penajaman visi dan misi melalui debat kandidat.

Kemudian apabila pasangan calon petahana masuk putaran kedua, pada Pilkada DKI putaran kedua ini tidak akan ada cuti. Sebagai pengganti kampanye itu, KPU Jakarta akan menyosialisasikan dua pasangan calon dan iklan di media cetak dan elektronik.

Pada Pilkada DKI 2017 ini, berdasarkan hasil hitungan cepat atau quick count pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot), dan pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan - Sandiaga Uno (Anies - Sandi) berada di urutan pertama dan kedua.

Dari hasil perhitungan cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis 16 Februari 2017 pada pukul 13.00 WIB, pasangan Ahok-Djarot medapat perolehan suara 44,23 persen dan Anies - Sandi 39,50 persen. Data yang masuk baru 5.871 TPS dari total 13.023 TPS yang ada di Jakarta.

Berikut adalah jadwal Pilkada DKI jika berlangsung dua putaran tanpa ada gugatan ke MK:

5 Maret-19 April: rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT)

4 Maret-15 April: sosialisasi

6-15 April: penajaman visi dan misi kandidat

16-18 April: masa tenang

19 April: pemungutan suara

20 April-1 Mei: rekapitulasi perolehan suara

Dasar hukum Pilkada DKI Jakarta dua putaran mengacu pada Pasal 36 PKPU Nomor 6 Tahun 2016 ayat (1) dan (2) yang mengatur syarat kemenangan dalam Pilgub DKI Jakarta. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RN/RN)
  1. DKI Jakarta
  2. Pilkada Serentak 2017
  3. KPU
  4. Pilkada DKI Jakarta
KOMENTAR ANDA