1. OTONOMI
  2. NEWS

H-4 Lebaran, Truk Angkutan Barang Dilarang Beroperasi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meminta masyarakat untuk tidak selalu mengandalkan Tol Cipali sebagai akses mudik.

Angkutan barang (borneonews.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 19 Mei 2017 17:31

Otonomi.co.id - Guna melancarkan arus lalu lintas saat mudik lebaran, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melarang kendaraan angkutan barang beroperasi.

Kendaraan tersebut dilarang beroperasi sejak H-4 Lebaran atau 21 Juni 2017 pukul 00.00 hingga H+3 atau 28 Juni 2017 pukul 00.00 WIB.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengatakan angkutan barang yang dilarang melintas yakni kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih.

Untuk barang yang dilarang, kata dia akan diberitahukan melalui surat edaran.

"Mengenai barang-barang yang dilarang itu nanti kita berikan surat edaran tanggal 22 Mei ini," kata Pudji dikutip laman jpp.go.id Jumat 18 Mei 2017.

Untuk memaksimalkan aturan ini, ia mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepolisian serta gubernur dan pemangku kepentingan lainnya.

Hindari Tol Cipali

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat untuk tidak selalu mengandalkan Tol Cipali sebagai akses mudik.

Terlebih, kata Menhub banyak jalur alternatif yang bisa digunakan kendaraan pribadi selain Cipali.

"Kita tidak sarankan semua ke Brexit (pintu keluar tol Brebes Timur), masyarakat agar memanfaatkan jalur lain atau jalur alternatif," kata Menhub.

Untuk mengurangi kepadatan, lanjut dia pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian.

Selain itu Kemenhub juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program mudik gratis untuk mengurangi tingkat kecelakaan.

Untuk tahun ini, Kemenhub menyediakan kuota 208.435 penumpang dan 44.471 sepeda motor untuk semua moda baik darat, laut dan kereta api. (dwq)

PILIHAN EDITOR

(RR/RR)
  1. Nasional
  2. Kemenhub
  3. NEWS
KOMENTAR ANDA