1. OTONOMI
  2. NEWS

Dalam Dua tahun, 79 Juta Anak Indonesia Harus Punya KTP

Untuk itu peran serta orangtua dalam mengurus data kependudukan anaknya dinilai sangat penting, termasuk akta kelahiran.

Ilustrasi KIA (sumutpos). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Jum'at, 19 Mei 2017 16:56

Otonomi.co.id - Dalam kurun waktu dua tahun, Pemerintah menargetkan jumlah anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) atau KTP Anak sebesar 79,211 juta. Untuk itu, peran serta orangtua dalam mengurus data kependudukan anaknya dinilai sangat penting, termasuk akta kelahiran.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan KIA itu menjadi satu dari 22 dokumen yang dikeluarkan dukcapil. Diapun mengimbau para ibu yang baru melahirkan, mendaftarkan anak untuk kepemilikan akta lahir dan KIA.

"Dengan begitu, anak tersebut sudah dianggap legal sebagai WNI,” kata Zudan, seperti dikutip laman kemendagri.go.id Minggu 21 Mei 2017

Sebagai contoh, Zudan menyebut Gorontalo sebagai daerah percontohan yang menerapkan KIA. Daerah ini kata dia penduduknya masih sangat sedikit sehingga pemerintah daerah mudah untuk mengatur dan menertibkan data kependudukan.

“KIA ini fungsinya sama dengan KTP. Legalitasnya juga sama, hanya KTP untuk orang dewasa sedangkan KIA untuk anak-anak,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan Kabupaten Bone Balango, Budiyanto Sahabu mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait penerapan KTP Anak ini. “Kami sudah memesan 3 ribu keping blanko KIA yang bersumber dari APBD,” tambah dia.

PILIHAN EDITOR

 

(RR/RR)
  1. Nasional
  2. Kemendagri
  3. NEWS
KOMENTAR ANDA
OTONOMI DAERAH
TERPOPULER
Nasional