1. OTONOMI
  2. NEWS

ESDM: Tarif Listrik Indonesia Jauh Lebih Murah Dibanding Negara Lain

Jika dibandingkan di Asia Tenggara, TTL Indonesia hanya lebih mahal dari Malaysia dan Vietnam.

Presiden Joko Widodo sata meninjau pembangkit listrik (kemendagri.go.id). ©2017 Otonomi.co.id Reporter : Rikko Ramadhana | Rabu, 09 Agustus 2017 15:31

Otonomi.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa tarif tenaga listrik (TTL) di Indonesia bukan yang termahal di dunia. Bahkan, untuk ukuran Asia Tenggara, TTL Indonesia termasuk yang paling murah.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, TTL untuk golongan rumah tangga Indonesia jauh lebih murah ketimbang negara lain, seperti Filipina, Singapura, dan Thailand. Angka tersebut berdasarkan dari Data yang dihimpun pada Mei 2017.

"Hal ini menepis anggapan bahwa tarif tenaga listrik di Indonesia adalah yang termahal di dunia," kata Dadan dikutip dari setkab.go.id Rabu 9 Agustus 2017.

Tarif Listrik di Asia Tenggara
© 2017 otonomi.co.id/setkab.go.id

Dadan menambahkan, tarif murah tersebut bukan hanya untuk golongan rumah tangga saja. Tapi TTL golongan bisnis besar dan industri besar yang juga kompetitif dibanding negara ASEAN lainnya.

Berdasarkan data International Energy Consultants (IEC) Mei 2016 lalu, menunjukkan TTL (rata-rata semua pengguna) di Indonesia hanya US$7 sen per kWh atau sekitar Rp945 per kWh (kurs Rp13.500 per dolar AS).

Dengan nilai TTL tersebut, listrik Indonesia masih jauh lebih murah ketimbang Jepang (wilayah Kansai) sebesar US$23,3 sen per kWh, Hongkong US$15,1 sen per kWh, Filipina US$14,6 sen per kWh, Singapura US$10,9 sen per kWh, Thailand US$9,9 sen per kWh, Korea Selatan US$9,5 sen per kWh, Malaysia US$8,8 sen per kWh, dan Taiwan sebesar US$8,7 sen per kWh. (ita)

PILIHAN EDITOR

 

 

(RR/RR)
  1. Ragam
  2. Nasional
  3. Tarif Listrik
  4. NEWS
  5. Ragam Indonesia
KOMENTAR ANDA